Asap Masih Pekat, Pelajar di Palembang Kembali Diliburkan

Tri Kurniawan    •    Senin, 14 Sep 2015 09:26 WIB
kebakaran hutan
Asap Masih Pekat, Pelajar di Palembang Kembali Diliburkan
Siswa SMP Negeri 54 Palembang pulang lebih awal karena asap, Kamis 10 September 2015.Antara Foto/ Feny Selly

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelajar sejumlah sekolah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali diliburkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Udara di kota tersebut masuk kategori tidak baik bagi kesehatan.

Pantauan di sejumlah sekolah di Palembang, Senin pagi (14/9/2015), guru meminta pelajar pulang. Salah seorang guru SD Persit Kartika II Sekip Ujung Palembang, Novi menjelaskan, keputusan meliburkan siswa bukan
karena instruksi pihak Dinas Pendidikan setempat, melainkan kebijakan kepala sekolah.

Selasa 15 September, pelajar diwajibkan masuk sekolah seperti biasanya sambil melihat perkembangan kondisi polusi udara akibat kabut asap serta instruksi pihak Dinas Pendidikan.

(Klik: Akibat Kabut Asap, 50 Penerbangan di Palangkaraya Batal)

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo mengatakan, dalam kondisi udara di Kota Palembang dan sejumlah kabupaten/kota lainnya diselimuti kabut asap yang cukup pekat, pihaknya mengimbau kepada pihak Dinas Pendidikan masing-masing daerah untuk membuat kebijakan fakultatif atau meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara waktu dan memberikan arahan untuk siswanya belajar di rumah.

Kebijakan fakultatif sifatnya sementara waktu dan disesuaikan dengan kondisi tingkat pencemaran udara akibat asap itu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang memiliki alat untuk mengukur tingkat pencemaran udara baik atau buruk bagi kesehatan.

"Kebijakan meliburkan pelajar harus dengan cermat sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di sekolah serta dapat mencegah anak didik terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit lainnya akibat menghirup udara yang tercemar asap," ujar Widodo.

(Klik: Asap di Palembang Makin Parah, Sekolah Diliburkan hingga Sabtu)

Sebelumnya Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan, Indra Purnama menjelaskan, kualitas udara di Kota Palembang dalam kondisi buruk dan dapat membahayakan kesehatan.

"Berdasarkan rekaman alat pemantau partikular meter (PM 10) di Stasiun Klimatologi Kenten, beberapa hari terakhir sudah berada di atas ambang normal 150 mikro gram/m3," ujarnya. (Antara)


(TRK)