Demi Dapat Rusun, Warga Beli KTP Rp 50 Juta

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 14 Sep 2015 10:58 WIB
rusunawa
Demi Dapat Rusun, Warga Beli KTP Rp 50 Juta
Rusun Jatinegara Barat di Jakarta. (Foto: Antara/Vitalis Yogi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI diduga bekerjasama dengan petugas rumah susun (rusun) mengeluarkan Kartu Tanda Pendduk (KTP) untuk sejumlah warga mampu. Mereka menerima uang Rp 50 juta untuk tiap KTP yang dikeluarkan agar orang kaya itu dapat memiliki rusun pemerintah.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengatakan, ada 2000 unit rusun di Jakarta disalahgunkan sepanjang tahun 2013-2014. Dirinya masih melakukan penyelidikan terkait penyalahgunaan rusun ini.
 
"Semua mafia rusun saya sedang kejar mereka. Oknum Disdukcapil, PHL (pekerja harian lepas) semuanya pemain. Saya minta polisi penjarakan mereka," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2015).
 
Ahok menyebutkan banyak modus yang dilakukan para mafia rusun, termasuk dengan menjual KTP. Ahok mencontohkan, ada warga menempati rusun Muara Baru dengan cara memainkan data kependudukan.
 
"Rata-rata Rp30 juta, ada yang Rp50 juta. Rp5 juta saja urus satu KTP sudah dapat Rp10 miliar mereka. Kalau Rp20 juta dikali 2000 unit dapatnya Rp40 miliar. Sudah tidak ada toleransi selain penjarakan mereka," ujar Ahok.
 
Tahun ini Ahok mengaku tak ingin kecolongan lagi. Pemprov DKI menyiapkan sejumlah jebakan untuk memancing mafia rusun. "Mereka sudah terlalu nyaman. Saya baikin, ternyata maling semua. Tahun ini, kami akan kasih jebakan. Tahun 2015 tak ada cerita, kita perketat," kata Ahok.


(FZN)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

10 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA