Pelemahan Rupiah Untungkan Sektor Perikanan Sulut

Antara    •    Senin, 14 Sep 2015 11:21 WIB
rupiah melemah
Pelemahan Rupiah Untungkan Sektor Perikanan Sulut
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)

Metrotvnews.com, Manado: Pengamat Kelautan dan Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado Provinsi Sulawesi Utara Charles Kepel mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini sebenarnya akan menguntungkan sektor perikanan khususnya di Daerah Nyiur Melambai.

"Pelemahan rupiah terhadap USD saat ini dirasa akan menguntungkan sektor perikanan karena produk ini sebagian besar di ekspor," kata Charles, di Manado, Senin (14/9/2015).

Charles mengatakan selain produk kelapa, hasil perikanan Sulut sebagian besar di ekspor ke luar negeri seperti ke Amerika Serikat (AS), Eropa, Asia maupun di Afrika. "Dengan adanya pelemahan rupiah dan ekonomi secara global, malahan menguntungkan nelayan dan pengekspor Sulut karena harga beli akan semakin tinggi karena transaksi melalui dolar," kata Charles.

Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan dan pengekspor Sulut agar semakin banyak devisa yang didapat oleh negara. "Jika devisa semakin besar maka perekonomian akan bergerak naik dengan cepat sehingga Sulut tidak terpengaruh dengan kondisi global yang saat ini masih lesu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw mengatakan sebagian besar hasil perikanan yang di ekspor yakni ikan tuna segar, ikan beku, ikan kaleng, ikan kayu, dan hasil olahan ikan lainnya.

"Begitu juga dengan hasil laut lainnya seperti ikan hias hidup yang saat ini makin banyak permintaan dari negara-negara di ASEAN," kata Jenny.

Namun demikian, Jenny berpendapat, pengekspor di Sulut harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk perikanan agar permintaan dari luar negeri semakin banyak. "Inilah yang menjadi keuntungan di Sulut karena produk yang di ekspor adalah bahan pangan yang sangat diperlukan masyarakat luar negeri, kendati terjadi pelemahan ekonomi secara global," pungkasnya.


(ABD)