Saksi Akui Bupati Morotai Serahkan Uang Rp3 Miliar ke Akil Mochtar

Renatha Swasty    •    Senin, 14 Sep 2015 12:48 WIB
akil mochtar
Saksi Akui Bupati Morotai Serahkan Uang Rp3 Miliar ke Akil Mochtar
Bupati Morotai Rusli Sibua. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sahrin Hamid, saksi untuk Bupati Morotai Rusli Sibua mengakui bahwa Rusli telah memberikan duit sejumlah Rp3 miliar buat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Duit diberikan terkait pemenangan sengketa Pilkada Morotai di MK.
 
Sahrin mengungkapkan, usai KPU Kabupaten Pulau Morotai mengalahkan pasangan Rusli Sibua-Weni R Paraisu, ia diminta untuk menjadi pengacara sengketa Rusli-Weni di MK. Permintaan itu disampaikan oleh Muhlis Tapi Tapi dan Muchammad Djuffry selaku tim sukses Rusli.
 
Dalam perjalanan sidang di MK, Akil pernah menelepon untuk meminta duit. "Setelah sidang selesai, dan menunggu proses putusan 14 hari, dia telepon. Awalnya dia minta kalau nggak salah enam (Rp6 miliar)," kata Sahrin saat bersaksi buat terdakwa Rusli di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2015).
 
Permintaan itu disampaikan ke Rusli dan Muhlis dalam sebuah pertemuan di Hotel Borobudur. Saat itu, kata dia, ada keinginan supaya uang yang diberikan ke Akil diturunkan.
 
"Dia (Rusli) pada saat komunikasi itu memang susah ditangkap secara verbal. Saya tidak tahu siapa yang ngomong dalam pertemuan itu. Intinya kalau saya tidak salah muncul angka 3 (Rp3 miliar)," kata mantan anggota DPR RI dari Fraksi PAN itu.
 
Usai pembicaraan, Sahrin menelepon Akil dan mengatakan uang hanya bisa Rp3 miliar. Setelah itu, Akil kerap menelpon dan menanyakan uang supaya segera diserahkan di kantornya.
 
"Tapi saya bilang nggak mau, supaya mengulur-ulur karena saya pikir kan sebentar lagi putusan. Tapi terus dia kasih nomor rekening Ratu CV Samagat, suruh ditransfer ke situ," tambah dia.
 
Usai diberikan nomor rekening itu, ia kemudian memberikannya pada Muhlis. Setelah itu, ia mengaku tidak tahu lagi perihal pemberian uang. Namun, ia mengetahui terakhir Muhlis mentransfer uang pada Akil.
 
"Saya tahunya terakhir, waktu pemberian pertama itu katanya ada masalah di penukaran uang. Akhirnya saya sampaikan pakai BCA, kita ketemu di BCA itu," beber dia.
 
Dalam dakwaan Rusli-Weni mengajukan gugatan terkait sengketa Pilkada di Morotai. Dalam gugatan itu Rusli melalui Djuffry dan Muhlis mengirim uang sebanyak Rp2,989 miliar ke rekening CV Ratu Samagat. Itu perusahaan milik istri Akil Mochtar, Ratu Rita.
 
Setelah rangkaian pemberian uang yang dilakukan tiga kali itu, keberatan Rusli-Weni terkait Pilkada Morotai di MK pada 20 Juni 2011 dikabulkan. MK memutus Rusli-Weni menang dengan 11.134 suara.
 
Terkait perbuatannya, Rusli didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) atau Pasal 13 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


(FZN)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA