Anggaran Sensus Ekonomi 2016 BPS Capai Rp3,4 Triliun

Eko Nordiansyah    •    Senin, 14 Sep 2015 12:53 WIB
bps
Anggaran Sensus Ekonomi 2016 BPS Capai Rp3,4 Triliun
Kepala BPS Suryamin (MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) pada Mei 2016 mendatang akan membutuhkan dana hingga Rp3,4 triliun. Dana sebesar itu akan diajukan oleh BPS kepada pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

"Direncanakan (anggaran sensus ekonomi 2016) dari anggaran tahun 2016 sebesar Rp3,4 triliun. Tapi ada kemungkinan akan dipotong anggarannya," ungkap Suryamin, di Gedung I BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).

Dirinya menambahkan, tingginya biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan sensus tersebut masih wajar. Selain karena mencakup seluruh pelaku usaha, sensus juga akan diikuti oleh seluruh pelaku usaha di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Memang sangat besar. Mengingat skala usaha yang akan di survei. Mulai dari kelontong sampai usaha warung makan. Omzet, pendapatan, tenaga kerja, gaji pegawai, sampai bayar pajak semua akan kami hitung," jelas dia.

Sekedar diketahui, sensus ekonomi merupakan kegiatan setiap 10 tahun sekali yang dilakukan oleh BPS selain dari sensus penduduk dan sensus pertanian. Adapun tujuannya adalah mendata seluruh pelaku usaha, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Untuk sensus 2016, 19 sektor usaha akan didata oleh BPS dengan mencakup seluruh aktivitas ekonomi di bawah kementerian dan lembaga (k/l) di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha dengan skala yang besar.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA