Demi Harta dan Cinta, Pria Klaten Menyaru Kapten

Pythag Kurniati    •    Senin, 14 Sep 2015 14:49 WIB
kriminalitas
Demi Harta dan Cinta, Pria Klaten Menyaru Kapten
Tersangka SKD saat disidik oleh anggota Polrestabes Surakarta, Jawa Tengah, Senin (14/9/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Surakarta: Demi mendapatkan cinta dan harta, lelaki asal Klaten, Jawa Tengah nekat menyamar sebagai anggota Komando Resort Militer (Korem) 074/Warastratama Surakarta berpangkat kapten. Tersangka juga memalsukan namanya menjadi Andi Saputro. Penyamaran ini dilakukan selama bertahun-tahun dengan sangat rapi.

SKD, 40, kapten gadungan ini diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surakarta. Sejumlah barang bukti seperti seragam TNI AD berpangkat kapten, topi bertuliskan Dodiklatpur, stempel bertulis Markas Besar TNI dan surat-surat perintah palsu, turut diamankan.

SKD bahkan membuatkan baju istri TNI untuk pujaan hatinya. Tidak itu saja, SKD juga memalsukan surat keterangan nikah militer.

Ketika dimintai keterangan atas motif penipuannya, SKD mengaku ingin mendapatkan pujaan hatinya. Sebab, perempuan pujaannya itu mengidamkan suami seorang anggota TNI. 

"Saya ingin menikahi Nur, tiga bulan lagi rencananya kami akan menikah," ungkap SKD, di Markas Polresta Surakarta, Senin (14/9/2015).

Padahal, SKD masih memiliki istri yang dinikah secara resmi dan dua orang anak. Istri resmi SKD tinggal di Polokarto, Sukoharjo. "Awalnya belum tahu, setelah tahu dia hanya menangis,” imbuhnya. 

Selain ingin memperisteri Nur, rupanya SKD juga menginginkan hartanya. Uang sejumlah puluhan juta rupiah dan satu sepeda motor Nur digasak tersangka. Uang itu, dihabiskan SKD untuk bersenang-senang.

SKD dibekuk petugas setelah Nur mengecek kebenaran identitas SKD di Markas Korem. Selanjutnya, petugas bekerja sama dengan Nur untuk menjebak SKD di rumah kos yang ditempati Nur. Setelah tertangkap, SKD diserahkan ke Polrestabes Surakarta.

SKD mengatakan, pada tahun 1994 pernah bertugas sebagai TNI di Rindam Jaya. Namun, dua tahun setelah itu, SKD dikeluarkan karena tidak disiplin menaati aturan. SKD kemudian menjadi buruh proyek sebelum akhirnya terbersit keinginan untuk menyaru sebagai anggota TNI.

Kanit II Reserse Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surakarta, AKP Ridho Baskoro mengatakan atas tindakannya, SKD terjerat pasal 378 KUHP atas dugaan pemalsuan identitas. “Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkas Ridho.


(SAN)

Kondisi Novanto Sehat dan Bisa Hadiri Sidang

Kondisi Novanto Sehat dan Bisa Hadiri Sidang

1 hour Ago

Lembaga Antirasuah memastikan sidang perkara korupsi KTP-el digelar hari ini.

BERITA LAINNYA