Waseso Persilakan Anang Bertanya Kasus Besar di Bareskrim

Lukman Diah Sari    •    Senin, 14 Sep 2015 16:50 WIB
budi waseso
Waseso Persilakan Anang Bertanya Kasus Besar di Bareskrim
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kiri) berjabat komando bersama Komjen Pol Budi Waseso (tengah) dan Komjen Pol Anang Iskandar (kanan). (Foto: Antara M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komjen Budi Waseso meninggalkan sembilan kasus korupsi besar kepada Kabareskrim baru Komjen Anang Iskandar. Waseso yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) siap membantu jika Anang kesulitan menyelesaikan kasus tersebut.
 
"Kalau beliau ragu, perlu ada yang ditanyakan, saya siap membantu. Semua kasus sudah saya serahkan," kata Waseso di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2015).
 
Meskipun siap membantu, Waseso mengaku, tak berhak mencampuri kasus-kasus yang sedang antre untuk diselesaikan di korps Bhayangkara itu. "Saya tidak boleh lagi mencampuri," ujarnya.
 
Jenderal polisi bintang tiga itu menegaskan, semua kasus warisan eranya menjadi tanggung jawab Anang Iskandar. "Sudah saya serahkan semua ke Anang. Sekarang sedang ditangani," katanya.
 
Sejak akhir Juni 2015, Budi Waeso sedang mengusut sembilan kasus korupsi skala besar yang bernilai triliunan rupiah. Bareskrim juga sedang mengusut 23 kasus korupsi bernilai ratusan miliar dan 35 kasus korupsi bernilai puluhan miliar rupiah.
 
Budi Waseso bahkan membentuk tim yang berjumlah sekitar 500 orang untuk menyelesaikan seluruh kasus itu.  Saat ini, ia masih menolak menyebutkan kasus-kasus itu. Ia hanya membocorkan dari sembilan kasus bernilai triliunan rupiah itu, salah satunya dugaan korupsi penjualan kondensat dari SKK Migas kepada PT Trans Pasific Petrochemical Indotama.
 
Pemberhentian Komjen Anang Iskandar sebagai Kepala BNN dan pengangkatan Komjen Budi Waseso sebagai penggantinya tertuang dalam Keputusan Presiden RI No: 139/M Tahun 2015, serta surat telegram Kapolri ST/1847/IX/2015, terhitung sejak tanggal 3 September 2015.
 


(FZN)