Menkopolhukam: Penyanderaan WNI di PNG Tak Terkait Politik

Antara    •    Senin, 14 Sep 2015 20:35 WIB
penyanderaan
Menkopolhukam: Penyanderaan WNI di PNG Tak Terkait Politik
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Pandjaitan menyebut penyanderaan dua orang WNI di perbatasan Indonesia-Papua Nugini tak berhubungan dengan permasalahan politik.

"Sebenarnya peristiwa ini cenderung mengarah ke tindakan kriminal. Tidak ada kaitan dengan masalah-masalah politik," ujar Luhut di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).

Pemerintah Papua Nugini dan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Port Moresby masih terus menjalin komunikasi dengan penyendera. Polda Papua dan Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan militer Papua Nugini.

Luhut menyebut, tak ada permintaan tebusan yang dilayangkan kelompok bersenjata yang menyandera dua WNI itu. 

"Sampai hari ini tidak ada pembicaraan tentang tebusan, barter tahanan ataupun operasi pembebasan sandera. Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sedang mengambil langkah negosiasi dan kita tunggu perkembangannya seperti apa," kata Luhut.

Sebelumnya, pada Sabtu (12/9), Konsulat Republik Indonesia di Vanimo ibukota Provinsi Sandaun, Papua Nugini, menyatakan bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) yaitu Sudirman (28) dan Badar (30) ditahan orang tak dikenal (OTK) di Kampung Skoutio, Provinsi Sandaun, Papua Nugini.

Dua orang ini dikabarkan ditangkap kelompok bersenjata Rabu (9/9) saat tengah memotong kayu di Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Kerom, Papua. Daerah ini merupakan perbatasan Indonesia Papua Nugini yang memakan waktu tempuh tiga jam dengan berjalan kaki dari Kampung Skoutio.

Tentara Nasional Papua Nugini memastikan kabar ini. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hisa Siburian menyebut penculikan dilakukan kelompok bersenjata yang dipimpin 'JP'.



(DRI)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

2 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA