Pangan 2015, Produksi Meningkat & Impor Turun

Pelangi Karismakristi    •    Selasa, 15 Sep 2015 01:16 WIB
kementan ads
Pangan 2015, Produksi Meningkat & Impor Turun

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian yakin produksi pangan 2015 akan meningkat. Meski tidak sangat besar karena dampak kekeringan di beberapa daerah, namun dipastikan bahwa tahun ini tidak perlu impor gula dan beras.

Berdasar perhitungan sementara, diperkirakan produksi kedelai diperkirakan sebesar 998,87 ribu ton biji kering, cabai rawit 814 ribu ton, bawang merah 1,3 juta ton dan gula 2,64 juta ton. Tiga komoditas ini naik masing-masing 4,59%, 1,7%, 5,29% dan 0,1% dibanding produksi pada sepanjang 2014.

Sementara produksi padi hingga akhir 2015 akan mencapai 75,55 juta ton gabah kering giling dan jagung sebesar 20,67 juta ton. Lebih banyak masing-masing 4,71 juta ton dan 1,66 juta ton dibandingkan 2014. 

"Secara ekonomi, kenaikan produksi padi, jagung dan kedelai nilainya masing-masing mencapai Rp 24,28 triliun, Rp 5,31 triliun dan Rp 350 milyar," papar Mentan Andi Amran Sulaiman dalam surat elektronik, Selasa (15/9/2015).

Kenaikan produksi ini karena terjadi peningkatan luas panen dan produktivitas yang didukung penyaluran benih, pupuk dan penyuluhan. Pada saat bersamaan 1,5 juta hektar lahan irigasi yang luas berhasil direhabilitasi sehingga persawahan dalam jaringan tersebut dapat kembali optimal berproduksi dan puso dapat dikurangi.

Demikian juga dengan impor produk pangan utama yang sejauh ini lebih rendah dibanding 2014. Impor jagung hanya 1,6 juta ton yang merupakan separuh dari tahun lalu. Demikian juga dengan kedelai yang menurun dari 5,8 juta ton menjadi 3,6 juta ton serta daging sapi dari 75 ribu ton menjadi 24 ribu ton.

"Penurunan impor ini karena produksi dalam negeri meningkat. Bahkan gula dan beras sama sekali belum ada impor," jelas Amran. 
 



(LHE)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

43 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA