Perang dengan Api di OKI, TNI Kekurangan Amunisi

Tri Kurniawan, Ilham wibowo    •    Selasa, 15 Sep 2015 10:36 WIB
kebakaran hutan
Perang dengan Api di OKI, TNI Kekurangan Amunisi
Personel dari Batalyon Armed 10 Kostrad memadamkan api di OKI. Foto: dok TNI

Metrotvnews.com, Ogan Komering Ilir: 100 personel dari Batalyon Armed 10 Kostrad yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat, melawan api yang membakar lahan gambut di di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini tidak berjalan lancar karena petugas kekurangan amunisi.

Perang dengan api dipimpin langsung Komandan Batalyon Letkol ARM Johanes Toar Pioh, Sabtu 12 September. Mereka merupakan bagian dari 1.050 personel TNI yang dikerahkan untuk mengatasi kebakaran lahan di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Lokasi yang menjadi sasaran pemadaman 100 personel Yon Armed 10 Kostrad itu berada di Desa Kedaton, Kecamatan Kota Kayuagung, OKI.



Lahan gambut seluas lima hektare yang dilalap api di lokasi tersebut menjadi tugas awal mereka. Petugas dari Yon armed 10 Kostrad bekerja sama dengan personel Manggala Agni dari Kabupaten Lahat yang diperbantukan di Kabupaten OKI.

Johanes Toar Pioh mengatakan mereka mendapat perintah sehari sebelumnya dari komando atas untuk berangkat ke Palembang dengan tugas utama mengatasi kebakaran lahan dan kabut asap.
 
“Kami tiba di Palembang pukul 12 malam menggunakan pesawat terbang dari Halim (Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta)," katanya.

Johanes menambahkan 100 personel dari Yon Armed 10 Kostrad itu dibagi menjadi beberapa regu dengan 30 jumlah personel di tiap regu.

Dia mengatakan, kendala mereka dalam mengatasi kebakaran lahan gambut adalah sumber air karena sumur dan  kanal yang ada di lokasi perkebunan dan kebon warga hampir semuanya kering. “Kalaupaun ada sumber air lokasinya jauh mencapai dua kilometer,” ujar Johanes.


(TRK)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

1 hour Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA