MPR Menerima Beragam Aspirasi dari Dosen di Makassar

Kesturi Haryunani    •    Selasa, 15 Sep 2015 11:53 WIB
mpr ads
MPR Menerima Beragam Aspirasi dari Dosen di Makassar
Sosialisasi Empat Pilar MPR di Makassar

Metrotvnews.com, Makassar: Sebanyak 100 dosen perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Training of Trainers (ToT). Banyak masukan dan aspirasi tajam disampaikan peserta saat sesi pemaparan materi.

Aspirasi pertama disampaikan Mappanjung, yang tidak setuju jika Empat Pilar Bernegara dan Berbangsa dihilangkan dan diubah menjadi Empat Pilar MPR. "Seharusya rakyat jangan mendebat jika berhubungan soal kebangsaan," katanya di Ballroom Hotel Aryaduta, Makassar, Jumat (11/9/2015).

Sedangkan Andi Aprasing mengaku kecewa, lantaran banyak hal yang bermanfaat dan baik buat bangsa malah dihilangkan. Salah satunya adalah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Padahal dulu UUD dan Pancasila tidak ada masalah, tapi mengapa GBHN dihilangkan. Saya ingin GBHN dimunculkan kembali," ujarnya.

Ada juga masukan dari Indriyani Kesumaningsih mengenai arah tujuan nasional yang dinilai tidak jelas. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Amerika Serikat.

"AS sangat jelas tujuan negaranya, salah satunya ingin menguasai dunia. Tujuan nasional itu masuk dalam sistem panduan dalam bernegaranya. Karena itulah, setiap Presiden terpilih di AS mengikuti arah dan tujuan negaranya yang sudah ditetapkaan tersebut," jelas Indriyani.

Menurut Indriyani, saat ini tujuan nasional Indonesia sangat bergantung kepada visi dan misi Presiden terpilih. "Seharusnya Indonesia memiliki satu sistem panduan tujuan nasional negara seperti halnya GBHN," tambahnya.

Sementara Dosen Universitas Islam Makassar Nurdin menungkapkan terkait otonomi daerah yang dinilai hanya wadah bagi-bagi kekuasaan. Banyak daerah yang semestinya belum layak untuk otonom, karena belum mampu membiayai daerahnya sendiri.

"Pelaksanaan otonomi daerah seharusnya dievaluasi secara serius. MPR juga harus melakukan pengkajian soal ini," kata Nurdin.

Aspirasi terakhir disampikan Dosen STMIK Akper Makassar Ratnawati, yang mempersoalkan pasal penghinaan kepada Presiden. Menurutnya, batas pasal tersebut kurang jelas dan seperti pasal karet yang membungkam rakyat sebab tidak dijelaskan perbedaan kritik dan penghinaan.


(NIN)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

15 minutes Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA