Ahok: Jokowi Anggap Mudah Cari Rp2 Triliun di DKI

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 15 Sep 2015 12:04 WIB
ahok
Ahok: Jokowi Anggap Mudah Cari Rp2 Triliun di DKI
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ---MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak godaan bakal dialami seorang kepala daerah di kota besar. Di antara godaan itu, godaan pundi-pundi rupiah yang nilainya sangat fantastis dan nyaris tidak terbendung.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki kutipan obrolan Joko Widodo dengan temannya yang menjadi pengusaha besar di negeri ini. Obrolan itu mengenai godaan yang menggiurkan sebagai kepala daerah.

"Kalau saya mau sombong sedikit, saya punya teman banyak bos-bos gede. Kita makan. Dia bilang gini sama saya. 'Eh gue dua hari lalu ketemu Pak Jokowi. Kata si bos ini. Ngomong apa? Wah dia bilang gini. Saya kenapa dukung sekali Gubernur DKI (Ahok). Pak Jokowi bilang, jadi Gubernur DKI mau nilap Rp2 triliun mah gampang. Enggak usah dari APBD. Dari bos-bos properti saja dapat. Makanya saya suka sama Gubernur DKI itu. Enggak satu sen pun dia ambil," kata Basuki yang akrab disapa Ahok di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (15/9/2015).

Ahok menuturkan, saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, dirinya pernah mendapatkan tawaran senilai Rp10 miliar untuk satu kasus, tiga kasus Rp30 miliar dan berlaku kelipatan. Penawaran itu sebagai uang tutup mulut dan tidak untuk membantu kelancaran suatu kepentingan pengusaha tertentu.

"Dia enggak usah bantu kita, enggak usah banyak ngomong saja dalam rapat, Rp30 miliar. Lumayan dong buat Ahok yang miskin dapat uang segitu, pulang kampung," kata Ahok menirukan obrolan teman pengusahanya yang ingin menyuap.

Ahok menegaskan, semua orang punya harga dan nilainya masing-masing. Dirinya bisa saja meminta jumlah uang lebih dari para pengusaha nakal tersebut. Ahok pun bukan sosok yang antisuap. Dirinya bisa disuap, asal nyawa yang menjadi bayarannya.

"Ini kenapa saya cerita seperti ini. Kalau kita mau mempunyai wibawa, harga diri, di hadapan orang kaya sekalipun, ketika kita tidak menerima suap. Dia tahu harga kita berapa," tegas dia.


(TII)