80 Persen Rakyat Indonesia Belum Sejahtera

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 15 Sep 2015 12:32 WIB
ekonomi indonesia
80 Persen Rakyat Indonesia Belum Sejahtera
Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli (MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai, tingkat kesejahteraan rakyat perlu diperhatikan di saat pertumbuhan ekonomi tengah didorong untuk tumbuh secara maksimal. Hal ini penting mengingat sebanyak 80 persen rakyat Indonesia kelas paling bawah belum menikmati arti dari kesejahteraan.

Menurutnya, negara di Asia harus mampu menumbuhkan perekonomiannya di angka 10 persen agar mampu mengejar perekonomian di negara-negara barat. Hal ini seperti yang telah dilakukan negara seperti Tiongkok dan Jepang.

Sementara untuk Indonesia, jelas Rizal, perekonomian Indonesia masih tergolong sedang. Kendati dalam taraf sedang namun tingkat kesejahteraan rakyatnya terbilang datar. Untuk itu, tingkat kesejahteraan ini perlu diperhatikan agar bisa ditingkatkan di waktu-waktu mendatang.

"Kalau kita (ekonomi Indonesia) sedang. Walaupun pertumbuhan ekonominya moderat tapi tingkat kesejahteraan rakyatnya nyaris flat. Tak membaik," ujar Rizal Ramli, saat memberikan paparan, di Gedung Widya Graha Lipi, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Berdasarkan data dari Indeks Pembangunan Manusia, tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia tergolong paling rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara. "Kita paling rendah walaupun negara kita sudah 70 tahun merdeka. Pertama Singapura, kedua Malaysia, ketiga Thailand, dan keempat Filipina," jelas Rizal Ramli.

Hal ini, masih kata Rizal, dapat terlihat dari sebanyak 80 persen rakyat Indonesia kelas paling bawah belum bisa menikmati arti dari kemerdekaan. Sedangkan baru 20 persen rakyat Indonesia kelas atas sudah memperoleh hidup yang nyaman.

Ia memberikan contoh sukses dari mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. "Brasil pada waktu Presiden Lula. Kesejahteraan rakyatnya meningkat pesat dalam bidang sosial, makanan, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga Brasil di bawah Lula pertumbuhan ekonominya tinggi, kesejahteraannya meningkat," pungkasnya.


(ABD)