Kisah Dramatis Malin Kundang Dipentaskan di Singapura

Fajar Nugraha    •    Selasa, 15 Sep 2015 13:13 WIB
indonesia cultural night
Kisah Dramatis Malin Kundang Dipentaskan di Singapura
Drama musikal Nilam digelar di Singapura (Foto: ICN)

Metrotvnews.com, Singapura: Legenda rakyat Malin Kundang yang ternama di Indonesia, dipentaskan dalam sebuah drama musikal di Singapura. Mahasiswa Indonesia di Singapura menjadi pelakon dalam drama yang berlangsung pada 12 September 2015 di National Library Building Drama Centre Theatre.

Drama musikal ini diselenggarakan sebagai bagian dari Indonesian Cultural Night, yang diselenggarakan setiap tahun oleh mahasiswa Indonesia di Nanyang Technological University (NTU). Pagelaran ini merupakan wujud apresiasi terhadap kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. 130 pelajar Indonesia turut serta dalam drama musikal ini.

"Melalui pertunjukan musikal, ICN terus berkembang menjadi sebuah pertunjukan seni yang menampilkan keindahan budaya Indonesia dan dinikmati masyarakat luas di Singapura," sebut keterangan tertulis ICN, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (15/9/2015).

Adapun drama musikal berjudul Nilam: a Musical ini, mengisahkan petualangan Malin Kundang, seorang nelayan muda yang memiliki impian untuk mengarungi samudera dan mencari kekayaan di tanah asing. Kepergian ayah kandung Malin di masa lalu menyebabkan Mirah, ibu kandung Malin, tidak rela membiarkan putra tunggalnya pergi mengejar mimpinya dan meninggalkan Mirah sekali lagi kehilangan bagian penting dari hidupnya.

Konflik yang tak berujung pun tersulut di antara mereka. Dengan bantuan Delima, sahabat masa kecil Malin, dan kekuatan magis dari sebuah batu gaib, impian Malin yang sudah lama terjangkar dapat kembali berlayar.


Malin memulai hidup barunya sebagai awak kapal di bawah bimbingan Bara Abu, seorang pedagang yang kemudian menjadi sahabat Malin. Dia bertemu Rijang, pelayan Bara yang dungu, Galih, kapten sekaligus atasan Bara, dan Mustika, putri Galih.

Namun, setiap perbuatan memiliki dampak, dan ada harga yang harus dibayar untuk setiap rahasia. Akankah mimpi Malin terwujud? Apa saja yang akan dikorbankannya?

Ini bukan gelaran pertama yang diadakan oleh ICN. Beberapa karya sebelumnya sempat dipentaskan di Singapura, dimulai dari Merah Putih: Kembali ke Hati (2008), Zamrud Khatulistiwa (2010), Pahlaman The Musical (2011), Neutraregni The Musical (2013), hingga Angkara: a Musical (2014) yang telah diadakan tahun lalu.

Selama penyelenggaraannya ICN telah memukau dan menyentuh hati setiap penonton. ICN mengangkat sisi lain dari sebuah cerita rakyat yang biasanya dilupakan oleh banyak orang.
(FJR)