KPK Sarankan Setya dan Fadli Laporkan Topi dari Donald Trump

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 15 Sep 2015 14:22 WIB
donald trump
KPK Sarankan Setya dan Fadli Laporkan Topi dari Donald Trump
Donald Trump konferensi pers, disaksikan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Foto: CNN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menyarankan dua pimpinan DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, melaporkan topi pemberian bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Nantinya KPK akan ditentukan apakah pemberian topi atau oleh-oleh itu gratifikasi atau tidak.

"Kalau memang benar ada pemberian topi, sebaiknya dilaporkan ke kami untuk ditentukan sebagai gratifikasi atau tidak," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2015).

Menurut dia, langkah ini sebaiknya dilakukan politikus Golkar Setya Novanto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Sebab, pelaporan gratifikasi kerap dilakukan pejabat negara. Indriyanto mencontohkan langkah Presiden Joko Widodo.

"Seperti Jokowi memberi contoh yang baik manakala beliau melaporkan gitar pemberian dari Metallica," kata Indriyanto.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon sempat membantah dirinya dan Ketua DPR Setya Novanto menerima fee setelah hadir di acara jumpa pers Donald Trump. Dia mengaku pulang hanya membawa bingkisan.

"Tidak ada yang namanya fee. Kami hanya mendukung pengusaha yang mau datang ke Indonesia. Ini satu hal yang baik sesuai harapan Presiden (Joko Widodo). Tak ada fee, amplop, tak ada apa-apa, semata-mata kepentingan nasional," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin 14 September kemarin.

Menurut dia, delegasi lain juga menerima bingkisan dari Trump. Apa isinya? Politikus Gerindra itu mengaku tidak tahu. "Saya enggak tahu isinya apa. Tapi kata teman-teman isinya topi tulisan Trump. Saya juga lupa simpan bingkisannya di mana," ujar Fadli.


(DOR)