Pertemuan Setya-Trump di Luar Agenda DPR

Surya Perkasa    •    Selasa, 15 Sep 2015 14:43 WIB
donald trump
Pertemuan Setya-Trump di Luar Agenda DPR
Syarifuddin sudding----MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai bermasalah. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menilai ada beberapa dokumen yang harus didalami terkait pertemuan ini.

"Dari dokumen yang kita dapatkan memang ada beberapa dokumen penting yang perlu didalami," ungkap anggota MKD Syarifuddin Suding di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah agenda kunjungan Setya dan anggota dewan yang terbang ke New York, Amerika Serikat. Sebab keberangkatan Setya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan beberapa anggota itu untuk menghadiri International Parliament Union (IPU).

"Terkait perjalanan pimpinan dan anggota dewan ke AS memang di situ disebutkan untuk hadiri IPU, dari 29 Agustus dan 4 September tiba. Terlepas apakah mereka gunakan dana pribadi hingga 12 September, sebagai pimpinan yang ikut delegasi, itu kan tanggal 4 harus kembali ke Tanah Air. Itu (pertemuan Trump-Setya) di luar agenda kesetjenan," jelas Suding.

Alasan Setya untuk melobi investasi dan diplomasi pun perlu digali. Suding mengakui, ada fungsi diplomasi yang dilekatkan ke dewan dalam UU 17 tahun 2014 tentang MD3. Tapi fungsi ini masih bisa jadi perdebatan.

"Pertanyaanya, apakah diplomasi yang dilakukan pimpinan dewan hadir di jumpa pers Donald Trump bagian dari investasi? Tidak katakan itu, tapi di UU 17 tahun 2014 tidak dirinci," ujar politikus Hanura ini.

"Tapi, tugas utama kemarin dari lembaga ini (DPR) bukan dalam konteks menarik investasi. Tugas utamanya menghadiri IPU itu, itu penugasan," tegas Suding.


(TII)