Alasan Dasar Ilham Arief Ajukan PK Atas Putusan Praperadilan

Deny Irwanto    •    Selasa, 15 Sep 2015 16:19 WIB
praperadilan
Alasan Dasar Ilham Arief Ajukan PK Atas Putusan Praperadilan
Ilham Arief Sirajuddin saat ditahan-----MTVN/Yogi

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim kuasa hukum mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin telah menyampaikan permohonan gugatan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu.

Usai sidang, Ilham Arief yang mengikuti jalannya sidang menuturkan, ada kesalahpahaman hakim dalam memenangkan praperadilan kedua yang diajukannya yang dimenangkan KPK sebagai termohon.

"Sebenarnya kalau melihat dari sisi saya sebagai pemohon, sudah jelas bahwa ada hal yang tidak sesuai dengan fakta hukum. saya mengajukan PK setelah setahun ditetapkan sebagai tersangka dan tidak dilakukan pemeriksaan," kata Ilham kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (15/9/2015).

Dalam kesempatan yang sama, tim kuasa hukum Ilham, Johnson Panjaitan mengatakan, hakim dalam sidang praperadilan kedua yang diajukan kliennya tidak mempertimbangkan fakta penting dalam persidangan.

Johnson membeberkan, saat persidangan ada seorang saksi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut penghitungan kerugian negara atas dugaan kasus korupsi ini belum rampung.

"Melalui BPK, KPK mengklaim bahwa klien saya melakukan tindak pidana korupsi. Tapi saksi dari BPK dalam praperadilan kedua yang dihadirkan KPK menyebut bahwa penghitungan tersebut belum selesai, saya juga kaget itu," ungkap Johnson.

Atas sidang pembacaan permohonan hari ini, hakim ketua Acmad Rivai kembali akan menggelar sidang pada Selasa, 22 September dengan agenda tanggapan dari KPK selaku termohon.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Pertimbangan hakim adalah KPK telah memenuhi alat bukti untuk menetapkan IAS sebagai tersangka dan sudah memenuhi alat bukti yang sah sesuai dengan KUHAP dan hukum acara yang berlaku.

Hakim juga menilai keputusan tersebut telah menimbang bahwa penyidik dan penyelidik KPK adalah sah.

Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan tersangka oleh KPK pada 7 Mei 2014. AIham diduga korupsi kerja sama rehabilitasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.


(TII)