DPR Resmikan Grup Kerja Bersama 49 Negara Sahabat

Anggitondi Martaon    •    Selasa, 15 Sep 2015 17:33 WIB
dpr ads
DPR Resmikan Grup Kerja Bersama 49 Negara Sahabat
Setya Novanto resmikan GKSB----MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta: DPR meresmikan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) yang merupakan gabungan parlemen dari 49 negara sahabat, hari ini. GKSB diharapkan dapat menggalang kerja sama bilateral untuk menyelesaikan isu-isu global saat ini.

Ketua DPR mengatakan, GKSB ini secara lebih jauh dapat berperan mengurai tantangan-tantangan yang ada dalam kerja sama bilateral, memperkuat koordinasi dan kerja sama keparlemenan dalam konteks bertukar pandangan dalam fungsi parlemen.

‎"GKSB juga dapat berperan lebih jauh dalam menggalang kerja sama bilateral bagi penyelesaian isu global," kata Setya Novanto saat meresmikan berdirinya 49 GKSB di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Di hadapan tamu undangan, di antaranya Wakil Ketua DPR, Duta Besar (Dubes), pimpinan BKSAP dan pimpinan GKSB periode 2014-2019, ‎pria yang akrab disapa Novanto ini menyampaikan, peran aktif parlemen dalam melakukan diplomasi jalur kedua (second track diplomacy) telah lama menjadi bagian Indonesia.

"Ini tidak lepas dari visi konstitusi (UUD 1945) ikut melaksanakan ketertiban dunia yng berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ungkapnya.

Peran DPR, lanjut Novanto, semakin ditegaskan melalui beberapa UU seperti UU Hubungan Luar Negeri. Selain itu, dalam Pasal 69 Ayat 2  UU MD3, fungsi DPR dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dala melaksanakan politik luar negri.

"Dengan landasan tersebut, DPR mengambil peran aktif dalam berdiplomasi, medan kami tidak hanya dalam konteks internasional, regional tetapi juga bilateral. Untuk itulah GKSB ini dibentuk," ungkapnya.

Pada periode 2014-2019, DPR memutuskan untuk mengawali hubungan bilateral antarparlemen dengan 49 GKSB. Jumlah ini mengalami dinamika setelah DPR melakukan evaluasi internal mengenai pelaksanaan GKSB periode 200-2014.

Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf yang juga hadir dalam acara itu me‎nyatakan, pembentukan GKSB merupakan bagian dari upaya memperkuat dasar kerja sama bilateral antara Indonesia dengan negara lainya.

Setelah melakukan diskusi secara intens dengan semua pemegang kepentingan, komite memberikan kesimpulan, di sana akan ada paling sedikit 49 kelompok bilateral parlemen negara sahabat.

"Kebanyakan dari mereka mapan untuk memajukan pelaksanaan secara konkrit bilateral momerandum dan mapan berdasarkan pada prinsip timbal balik," tukasnya.


(TII)