Bongkar Bangunan, Warga Cikapundung: Lumayan Buat Ongkos Pindahan

Roni Kurniawan    •    Selasa, 15 Sep 2015 20:05 WIB
penertiban
Bongkar Bangunan, Warga Cikapundung: Lumayan Buat Ongkos Pindahan
Pemukiman di bantaran Sungai Cikapundung, Metrotvnews.com/ Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Warga bantaran Sungai Cikapundung, Kota Bandung meminta Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, untuk tidak melakukan pembongkaran secara paksa. Hal itu terkait dengan adanya Surat Peringatan (SP) tahap pertama yang lontarkan oleh Satpol PP Kota Bandung kepada warga pada 3 September lalu.

Menurut salah seorang warga, Tantan, 38, ia bersama rekan-rekan mengaku siap untuk membongkar bangunan-bangunan yang berada di bantaran sungai tersebut. Pasalnya, hasil bongkaran bangunan itu bisa dipergunakan untuk menambah ongkos saat melakukan pindah ke Rusunawa Sadangserang Bandung.

"Ya kalau kita bisa bongkar sendiri, kenapa tidak. Lumayan kan kalau dibongkar sendiri, bisa dijual-jual buat ongkos pindahan," ujar Tantan saat ditemui di bantaran Sungai Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/9/2015).

Pasalnya, lanjut Tantan, dalam proses pindahan nanti ia dan rekan-rekannya membutuhkan biaya terutama untuk menyewa kendaraan. Karena, penghasilan warga di bantaran itu dinilai tidak akan cukup jika harus menyewa kendaraan saat pindah ke tempat tinggal baru yang jaraknya cukup jauh.

"Ya kalau bawa barang-barang kan harus sewa mobil, terus kita juga bingung uangnya dari mana. Karena penghasilan kita disini cukup buat sehari-hari," tuturnya.

Selain itu, Tantan mengatakan sisa-sisa dari bongkaran itu bisa juga digunakan untuk membuat sesuatu guna melengkapi kebutuhan di tembat baru. Di antaranya kayu-kayu berbentuk balok bisa dipergunakan untuk membuat tempat duduk atau pun meja kecil.

"Dari pada mubazir kan bisa dibikin sesuatu, misalnya kayu-kayu atau triplek bisa dibikin bangku kursi atau meja-meja kecil," imbuhnya.


(RRN)