Dubes Moazzam Apresiasi Sikap Toleransi Umat Beragama di Indonesia

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 15 Sep 2015 20:54 WIB
Dubes Moazzam Apresiasi Sikap Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Pertemuan Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (MTVN/ Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, mengapresiasi kebudayaan yang terbangun di Indonesia. Meski sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Namun, sikap toleransi antarumat beragama Indonesia masih cukup tinggi ketimbang negara-negara lain.

"Dari negara-negara Asia dan Afrika yang sudah saya kunjungi, Indonesia paling toleran dan ini menjadi contoh untuk semua negara," kata Moazzam, di DPP NasDem, Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Hal ini pun diakui oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron saat berkunjung ke Indonesia pada Juli 2015 lalu. Sikap toleransi yang tinggi ini, kata dia, membuat Inggris kepincut untuk belajar banyak dari Indonesia. Sebab, ia menilai sikap toleransi ini dapat mencegah adanya aksi radikalisme.

"Waktu kunjungan perdana menteri kami bulan Juli lalu. Kami menyimpulkan kita harus belajar dengan Indonesia, untuk menciptakan toleran untuk menghindari ekstremisme," ujar dia.

Ia pun menyarankan agar Indonesia juga dapat menularkan sikap toleransi antarumat beragama ini kepada negara-negara lain.

"Inggris siap belajar dari pengalaman Indonesia, tapi kita terus berusaha Indonesia berbagi untuk negara muslim lainnya di dunia," pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengapresiasi sanjungan yang diberikan Inggris terhadap sikap toleransi antarumat beragama di Indonesia. Menurut dia, sikap toleransi ini terbentuk lantaran adanya semangat pluralisme yang terjaga dengan baik di Indonesia.

"Dengan semangat itu bisa menjalin kebersamaan. Kalau paham radikalisme itu bisa berkembang. Itu semua tidak akan memberikan benefit apapun, bagi bangsa dan negara. Ini dapat merugikan bukan hanya generasi yang saat ini tapi (juga) yang akan datang," kata Surya.

Kendati demikian, Mantan Anggota MPR ini tetap mewaspadai gerak-gerik masyarakat Indonesia. Pasalnya, Indonesia telah menemukan adanya masyarakatnya yang terjerumus paham radikalisme.

"Ini patut kita apresiasi, tapi kita tetap harus waspadai. Karena tadi katanya sudah banyak masyarakat Indonesia yang sudah menyebrang ke Suriah, bergabung dengan ISIS," tegas dia.
(MEL)