BNPB: Erupsi Gunung Sinambung, 2.572 Jiwa Mengungsi

Ilham wibowo    •    Selasa, 15 Sep 2015 22:00 WIB
sinabung meletus
BNPB: Erupsi Gunung Sinambung, 2.572 Jiwa Mengungsi
Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Metro TV/Rinaldi Tarigan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sejak erupsi Gunung Sinambung pagi tadi, potensi erupsi susulan masih tinggi. Ribuan jiwa masih mengungsi di 9 pos pengungsian.

"Tidak ada penambangan pengungsi. Saat ini pengungsi 2.572 jiwa (9.313 KK) di 9 pos pengungsian. Mereka berasal dari 9 desa yang direkomendasikan mengungsi oleh PVMBG. Semua kebutuhan dasar tercukupi. Anak-anak tetap bersekolah," tutur Sutopo, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (15/9/2015).

Sutopo mengatakan letusan dengan ketinggian 3 kilometer disertai awan panas setinggi 4 kilometer ini adalah yang terbesar dalam satu minggu terakhir. Status Gunung masih dalam level IV atau awas.

"Hujan abu cukup tebal di Brastagi, Kabanjahe dan sekitarnya. Letusan ini adalah yang terbesar dalam seminggu terakhir. Status awas (level IV), tremor menerus, aktivitas tinggi dan potensi erupsi susulan masih tinggi. Radius yang dikosongkan adalah 7 km di sisi Selatan-Tenggara dan 6 km di Timur," tambahnya.

Lebuh lanjut, Sutopo menyampaikan perkembangan pembangunan hunian tetap (huntap) tahap satu untuk 370 unit rumah dengan rincian 112 huntap di Desa Bekerah, 128 huntap di Desa Sukameriah dan 130 huntap di Desa Simacem.

"112 Huntap Desa Bekerah, listrik sudah masuk, 128 huntap Desa Sukameriah sudah selesai dibangun, namun spam dan listrik belum, 130 huntap Desa Simacem juga sudah selesai dibangun, spam dan listrik belum. Pada Rabu (9-9-2015) telah dilakukan pengundian Huntap untuk Simacem dan Sukameriah," jelasnya.

Sementara itu pembangunan jalan poros dari Simpang Singa ke Kacinambun tahap satu dengan panjang 1,5 km sedang dilaksanakan pekerjaan pengerasan dengan lebar jalan 4,5 meter dan tebal hotmix 4,5 cm. "Rencana selesai akhir September 2015. Penebangan kayu untuk lahan pertanian sedang dikerjakan dan akan selesai November 2015," tuturnya.

Seperti diketahui, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali terjadi, Selasa 15 September. Dentuman cukup keras terjadi pukul 8.20 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, satu kali erupsi cukup keras terjadi di Gunung Sinabung, pagi tadi. Luncuran awan panas sejauh 3 kilometer ke arah Tenggara Timur Gunung Sinabung.

"Hari ini pukul 8.20 WIB kami mencatat terjadi erupsi cukup besar 3 km. Luncuran awan panas ke arah Tenggara Timur," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG, Agus B, kepada Metro TV, di Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2015).

Kepulan asap Sinabung dapat terlihat jelas dari Kota Berastagi, Kabupaten Karo, yakni 20 kilometer dari Puncak Sinabung. Material abu vulkanik yang terbawa angin seketika menghitamkan langit.

PVMBG mencatat sebanyak enam kali kilat di Puncak Sinabung. Arah angin dominan menuju timur tenggara. "Aktivitas erupsi cukup besar. Enam kali kilat, satu kali suara dentuman," kata Agus.

Namun PVMBG belum merekomendasikan penambahan zona bahaya dari yang sudah ditentukan sebelumnya. Yakni 7 km ke arah selatan, enam km ke arah timur tenggara, dan tiga km di sekitar Gunung Sinabung. PVMBG mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjauhi zona bahaya.

"Tidak ada penambahan zona bahaya," pungkas dia.


(MEL)