Bangun Jembatan, RI Masih Mengandalkan 60% Baja Impor

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 15 Sep 2015 23:22 WIB
impor
Bangun Jembatan, RI Masih Mengandalkan 60% Baja Impor
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (tengah) menghadiri rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.(Antara/ Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono mengatakan tahun ini, kebutuhan baja untuk membangun jembatan mencapai 1,8 juta ton.

"Untuk 2015 ini PUPR gunakan 1,8 juta ton baja jembatan. Termasuk untuk jembatan-jembatan panjang banyak dibangun. Jumlah jembatannya kurang lebih 60 unit," sebutnya, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bina Marga Kementerian PU-PR, Hediyanto W Husaini mengatakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut 60 persennya dipasok dari produksi luar negeri (impor).

Menurut Hediyanto, Pemerintah masih mengandalkan impor baja dengan alasan produksi baja nasional belum sanggup mencukupi kebutuhan. Tak hanya itu harga yang ditawarkan oleh produsen luar lebih murah.

"Karena memang banyak karena lebih murah. Kedua, suplai kita memang tidak cukup hanya dari dalam negeri. Kalau sekarang karena kita mulai dari pabrik baja kita pastikan kita beli bajanya dalam negeri," jelas Hediyanto.

Lebih jauh, baja-baja impor biasanya berasal dari banyak negara. Mayoritas berasal dari Spanyol, Australia, dan Tiongkok.


(MEL)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

17 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA