Genjot Elektrifikasi Nasional via Potensi Energi Daerah

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 16 Sep 2015 09:37 WIB
listrik
Genjot Elektrifikasi Nasional via Potensi Energi Daerah
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah saat ini sedang menggenjot peningkatan elektrifikasi nasional dengan mengembangkan potensi energi yang terdapat di daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan rasio elektrifikasi nasional masih relatif rendah. Apalgi daerah Kalimantan Barat (Kalbar) persentase rasio elektrifikasi baru sekitar 79,77 persen. Padahal di provinsi tersebut ada lebih 200 pulau kecil dan 50 persen di antaranya belum teraliri listrik.

"Oleh karena itu, pengembangan program listrik pedesaan yang merupakan kebijakan Pemerintah dalam bidang Ketenagalistrikan untuk perluasan akses listrik pada wilayah yang belum terjangkau jaringan distribusi tenaga listrik," kata Sudirman seperti yang dikutip dalam website resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Program ini merupakan penugasan Pemerintah kepada PLN untuk melistriki masyarakat perdesaan yang pendanaannya diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan diutamakan pada Provinsi dengan Rasio Elektrifikasi yang masih rendah.

Sebagai informasi, pada saat ini telah terdapat lima PLTD di Provinsi Sumatera Barat  dengan jumlah kapasitas sebesar 4.100 mw. Secara keseluruhan Provinsi Kalimantan Barat memiliki daya mampu pasok sebesar 343,26 megawatt (mw), namun pada saat beban puncak sebesar 368,08 mw, akan mengalami defisit sebesar 24.82 mw.

Dalam rangka mendukung program pengembangan proyek pemerintah 35.000 mw. Pemerintah juga akan membangun sejumlah PLTU antara lain Parit Baru, Pantai Kura-kura, Sintang, dan Ketapang.

Selain PLTU, pemerintah juga akan mengembangkan PLT Biomass Ketapang yang ditargetkan akan memiliki kapasitas sebesar 10 mw. Selain pembangkit, dalam waktu dekat akan turut dikembangkan jaringan transmisi dengan total jarak sepanjang 2.512 kilometer (km).


(AHL)