Waryono Karno Divonis Hari Ini

Renatha Swasty    •    Rabu, 16 Sep 2015 09:39 WIB
waryono karno
Waryono Karno Divonis Hari Ini
Waryono karno -- Ant/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno akan kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, hari ini. Persidangan dijadwalkan pembacaan putusan oleh Majelis Hakim Tipikor.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Rabu 26 Agustus, Jaksa menuntut supaya mantan anak buah Jero Wacik itu dihukum sembilan tahun penjara denda Rp250 juta subsider enam bulan dan membayar uang pengganti Rp150 juta. Waryono dinilai Jaksa telah merugikan keuangan negara sejumlah Rp11,124 miliar.

"Menuntut Majelis Hakim menjatuhkan pidana 9 tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan," kata Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu 26 Agustus.

Waryono, dinilai telah memerintahkan pengumpulan dana untuk membiayai kegiatan di Setjen Kementerian ESDM yang tidak dibiayai APBN. Dia juga dinilai melakukan pemecahan paket pekerjaan untuk menghindari pelelangan umum dalam kegiatan sosialisasi sektor ESDM bahan bakar minyak bersubsidi pada 2012.

Tak hanya itu, Waryono juga dinilai mengumpulkan uang dari kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisasi hemat energi, dan perawatan kantor gedung Setjen Kemen ESDM Tahun Anggaran 2012.

Waryono dinilai melanggar Pasal 3 jo Pasal 18, Pasal 5 ayat 1 huruf a, Pasal 12 B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Terkait tuntutannya itu, Waryono Karno tak menyangka bakal dituntut sembilan tahun penjara. Ia berharap bisa mendapat keadilan saat vonis.

"Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un. Astagfirullah saya kaget juga," kata Waryono.

Ia hanya berharap, hakim nantinya bisa menjatuhkan vonis dengan seadil-adilnya.

"Dari kami semoga dibukakan pintu hati untuk penetapan ini dengan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya," ujar dia.
 


(TII)