Udara di Kota Pontianak Sangat Berbahaya

Laela Badriyah, M. Aswandi    •    Rabu, 16 Sep 2015 12:18 WIB
kabut asap
Udara di Kota Pontianak Sangat Berbahaya
Kabut asap menyelimuti Kota Pontianak, Metrotv - Aswandi

Metrotvnews.com, Pontianak: Polusi membuat kondisi udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), sangat tidak sehat. Laman www.bmkg.go.id menginformasikan polusi udara di Kota Khatulistiwa pada 16 September 2015 sangat tinggi ketimbang daerah lain di Indonesia.

Dari laman itu, BMKG menginformasikan polusi udara atau konsentrasi PM 10 berada pada level 883.71 u gram/m3 pada pukul 11.00 WIB. Menurut BMKG, polusi udara dinyatakan berbahaya jika ada pada level 350 u gram/m3. Artinya, level polusi udara siang ini di Pontianak sangat berbahaya. 


(Informasi dari BMKG soal kualitas udara di Kota Pontianak pada 16 September 2015, www.bmkg.go.id)

Kondisi itu mengakibatkan mata perih dan sesak napas. Seperti yang diakui Evi Juliana, warga Kota Pontianak, kabut asap juga memasuki rumah.

"Asapnya lebih pekat dari sebelumnya. Bahkan ruang dalam rumah jadi gelap karena paparan kabut asap," kata Evi kepada Metrotvnews.com.

"Asapnya makin tebal. Jam segini saja (pukul 12.00 WIB), masih gelap," kata Dewi Marlina, warga di kawasan Kota Baru, Pontianak.
 
Bukan hanya Pontianak, kepekatan asap pun terjadi di Kota Singkawang. Kabut asap mengakibatkan banyak warga yang lebih memilih tinggal di rumah. Bila pun keluar, mereka mengenakan masker dan menyalakan lampu kendaraan.

"Kabut asapnya makin tebal. Jarak pandang mungkin kurang dari 100 meter," kata Sandra Widayanti.

Bila dibandingkan dengan Pontianak, kondisi udara di beberapa kota di wilayah Kalimantan masih terbilang aman. Misalnya kondisi udara di Samarinda, Kalimantan Timur, yang berada pada level baik. Sedangkan kondisi udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berada pada  level sedang.

Kabut asap muncul akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di Kalbar. Komandan Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalbar tahun 2015, Christiandy Sanjaya mengatakan telah melakukan beberapa cara untuk memadamkan kebakaran.

"Kami juga berkoordinasi dengan Polda Kalbar dan pemadam kebakaran swasta yang ikut melakukan pemadaman di lahan gambut yang terjadi di sekitar Kota Pontianak dan di Kabupaten Kubu Raya," kata Christiandy yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar.

Salah satu upayanya, kata Christiandy, yaitu bom air yang dilakukan pada Kamis 3 September 2015. Menurut Christiandy, air yang digunakan untuk water bombing itu berasal dari Sungai Kapuas dengan menggunakan helikopter Kamov.

Kemudian, air dibawa ke puluhan titik kebakaran. Upaya tersebut, lanjut Christiandy, mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 


(RRN)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

17 minutes Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA