Pemerintah Klaim Efisiensi Pemondokan Haji Capai Rp40 Miliar

   •    Rabu, 16 Sep 2015 13:07 WIB
haji 2015
Pemerintah Klaim Efisiensi Pemondokan Haji Capai Rp40 Miliar
Pemondokan haji asal Indonesia di Arab Saudi. Foto: MCH.

Metrotvnews.com, Jeddah: Pemerintah mengklaim berhasil melakukan efisiensi anggaran mencapai pemondokan haji di Mekkah, Arab Saudi, sebesar Rp 40 miliar. Semula anggaran untuk sewa hotel-hotel di Mekkah adalah 4.500 riyal Arab Saudi (SAR) per jemaah. Rupanya setelah ditawar harganya bisa turun.

“Karena kita bisa menawar, sehingga harganya rata-rata menjadi 4.461 riyal, maka kita punya efisiensi kurang lebih Rp 40 miliar,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Agama Mochammad Jasin Mashuri saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi, Senin (14/9/2015) malam waktu Arab Saudi. 

Jasin menjelaskan, efisiensi anggaran tersebut dimasukkan ke dalam anggaran cadangan (shipguarding) yang diajukan pemerintah kepada DPR. Anggaran cadangan diperlukan untuk peningkatan layanan bus transportasi haji, penambahan biaya sewa pemondokan di Madinah, dan akomodasi lainnya. 

Penambahan anggaran untuk pemondokan di Madinah diperlukan lantaran perubahan sistem penyewaan perumahan yang semula sistem sewa menjadi sistem blocking time (semi musim). “Ini semua kan perlu dana. Sewa perumahan di Madinah dari plafon 675 riyal rata-rata sekarang sampai 850 riyal. Jadi bisa tertutupi dari efisiensi itu,” ujar Jasin. 

Dia berharap, efisiensi anggaran yang digunakan untuk subsidi silang pemondokan di Madinah bisa memberikan kenyamanan kepada jemah haji. Apalagi, setiap tahun pemerintah selalu berusaha optimal memberikan pelayanan yang sangat baik terhadap jemaah haji Tanah Air. 

Kepala Seksi Perumahan Daerah Kerja Madinah Endang Jumali menjelaskan, pada musim haji tahun ini pemerintah berhasil menyewa pemondokan dengan fasilitas yang bagus. Selain itu, semua hotel untuk jemaah haji Indonesia berada tidak jauh dari Masjid Nabawi. Jamaah bisa lebih leluasa beribadah arbain dalam sembilan hari. 

Dia berharap, dengan kondisi pemondokan yang dekat, energi jemaah tidak terkuras selama di Madinah kendati harus berjalan kaki saat melaksanakan ibadah “Ini berkat sistem baru penyewaan pemondokan yang menggunakan blocking time atau sewa berdasarkan masa tinggal jemaah. Alhamdulillah kita dapat hotel yang bagus,” kata Endang. (MCH)


(DOR)