Kasus Alkes, Mantan Direktur RSCM Dipanggil KPK

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 16 Sep 2015 13:52 WIB
kasus korupsi
Kasus Alkes, Mantan Direktur RSCM Dipanggil KPK
Mantan Menkes era Presiden Susilo Bambang Yudhono Siti Fadi Supari,--Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Direktur Keuangan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Priyadi dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) I tahun anggaran 2007.

"Iya yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFS (Siti Fadilah Supari)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).

Selain Priyadi, KPK juga memanggil seorang saksi lain, Rosdiah Endang Pujiastuti, yang berstatus sebagai ibu rumah tangga. Rosdiah merupakan adik Siti. "Dia juga diperiksa untuk tersangka SFS," papar Yuyuk.

Kedua saksi diduga tahu banyak soal kasus yang menjerat Siti Fadilah saat menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Pasalnya, keduanya kerap disebut-sebut dalam kasus ini.

Pengusaha bidang teknologi informasi Jefry Nedi sempat mengakui menerima uang investasi dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Uang yang diduga hasil korupsi ditanamkan dalam bisnis pengolahan kelapa sawit di Riau.

Menurut Jeffry, uang itu diberikan Rosdiah dan suaminya, Priyadi. Orang yang mengenalkan Jeffry dengan Siti Fadilah adalah Priyadi yang saat itu bekerja menjadi Direktur Keuangan Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo.

Selain itu, Priyadi mengaku menjadi pengelola keuangan keluarga Rosdiah dan Siti Fadilah. Uang itu diserahkan dalam bentuk cek perjalanan dari Bank Mandiri, kemudian dicairkan.

Uang itu akan ditanamkan di perusahaan pengolahan kelapa sawit PT Manunggal Muara Palma. Tetapi, pengelolaan uang itu diserahkan kepada perusahaan pengelolaan investasi PT Samara Indonesia pada 2007. Saat jangka waktu kontrak investasi itu habis pada 2008, Rosdiah memilih tidak meneruskan penanaman modal itu.

Siti Fadilah Supari membantah pernah menanamkan modal di perusahaan kelapa sawit milik pengusaha Jefry Nedi. Menurut dia, pada pertemuan awal di 2006, Jefry berniat ingin menginvetasikan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat di bank yang dia tunjuk. Tapi, Siti menolaknya.

Kemudian, Jefry kembali mendatangi Siti ingin menawarkan soal investasi di perkebunan kelapa sawit. Karena tidak tertarik, Siti menugaskan adiknya, Rosdiah Endang Pudjiastuti, membicarakan soal ini.

Menurut Siti, adiknya yang menanam modal Rp6,1 miliar ke bisnis kelapa sawit itu dengan mengatakan hanya akan pinjam nama Siti Fadilah. Kepemilikan uang itu setengah-setengah antara Siti dan Rosdiah.

Setelah masa jabatan Siti berakhir, dia menanyakan soal uang yang dia serahkan ke adiknya buat dikelola. Saat itu Rosdiah mengaku uangnya habis.

Setelah kejadian itu, dia mengaku tidak berbicara dengan adiknya selama beberapa bulan. "Saya kaget. Menurut perhitungan saya masih ada sisa. Saya marah besar ke dia (Rosdiah) bilang catatan keuangan dan perjanjian investasi sudah dibakar. Katanya diminta Jefry Nedi," ujar Siti, 8 Oktober 2012.


(MBM)