BI Pangkas Proyeksi Rupiah, BTN: Kami Tidak Ada Masalah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 16 Sep 2015 14:09 WIB
rupiah
BI Pangkas Proyeksi Rupiah, BTN: Kami Tidak Ada Masalah
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Maryono menilai, pelebaran rentang proyeksi rupiah untuk tahun depan oleh Bank Indonesia (BI) tidak akan memberikan banyak pengaruh. Pasalnya, pinjaman yang dilakukan oleh BTN dalam bentuk rupiah.

"Kalau BTN tidak ada masalah. Masalah sangat sedikit dan tidak signifikan. Karena semua pinjaman BTN dalam bentuk rupiah tidak ada dalam bentuk dolar," tuturnya di The City Tower, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Dirinya menambahkan, sekalipun BTN melakukan kerja sama dengan bank asing, tetap pinjaman yang dilakukan dalam bentuk rupiah. "Walau (kerja sama) dengan bank asing, kita juga eggak mau dalam bentuk mata uang lain selain rupiah," jelas dia.

Sebelumnya, BI kembali memperlebar prediksi kisaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada 2016 dari Rp13.400-Rp13.700 per USD menjadi Rp13.400 sampai Rp13.900 per USD.

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, pergerakan rupiah ke depannya masih akan banyak dipengaruhi oleh sentimen global terutama rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS the Fed dan juga pelemahan mata uang oleh Tiongkok.

"Masih adanya ketidakpastian oleh the Fed terkait suku bunga, devaluasi yuan, dan juga defisit neraca transaksi berjalan dapat memberikan tekanan terhadap rupiah," kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, juga terdapat sejumlah faktor yang dapat berkontribusi positif terhadap nilai tukar rupiah yakni optimisme akan membaiknya perekonomian Indonesia ke depan yang kemudian dapat menarik modal asing ke dalam negeri.


(AHL)