USD Terlalu Kuat, Reminbi Dianggap Lebih Baik

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 16 Sep 2015 14:14 WIB
dolar as
USD Terlalu Kuat, Reminbi Dianggap Lebih Baik
Ilustrasi mata uang Yuan. FOTO: Reuters/Carlos Barria

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bank ICBC Indonesia (ICBC Indonesia), Shen Xiaoqi, mengatakan, penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (USD) terhadap hampir seluruh mata uang di dunia menyebabkan pinjaman dalam dolar menjadi pilihan yang tidak baik. Oleh karena itu, dirinya menilai jika mata uang Tiongkok, reminbi, merupakan pilihan tepat untuk pinjaman pemerintah Indonesia.

"Karena reminbi pilihan baik untuk Indonesia. Seperti diketahui setelah krisis 2008, USD sebagai mata uang yang sangat kuat bisa melemahkan (mata uang negara lain)," ujarnya di The City Tower, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Dirinya menambahkan, dengan penguatan dolar serta perkembangan yang diinginkan oleh Indonesia, maka pinjaman dalam bentuk USD bukanlah pilihan yang baik.

"Dengan penguatan USD yang sekarang memasuki era yang sangat kuat buat dolar. Sekarang Indonesia dalam masa perkembangan dan kalau memilih USD itu bukan pilihan yang baik," sambung dia.

Untuk itu, Shen menyarankan jika pinjaman untuk membangun proyek infrastuktur pemerintah akan lebih baik jika dalam bentuk reminbi. Apalagi, Pemerintah Tiongkok justru melakukan depresiasi terhadap mata uang negara mereka.

"Saya merasa bahwa reminbi pilihan baik meskipun mengalami depresiasi tapi tetap memberikan efek yang baik. Reminbi mata uang lebih baik daripada USD," pungkasnya.


(AHL)