Dirut Surveyor Dipolisikan Anggotanya

- 23 Juli 2013 20:01 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Muhammad Arief Zaiunudin dipolisikan anggota Serikat Pekerja Surveyor Indonesia. Upaya hukum ini terkait demosi dan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan terlapor.

"Kami menduga mutasi itu melanggar undang-undang serikat pekerja, sehingga pengurus serikat pekerja melaporkan Dirut PT Surveyor Indonesia," ujar Ketua Serikat Pegawai Surveyor Indonesia, Irman Bustaman di SPKT Polda Metro Jaya, Senin (22/7) malam.

Menurut dia, dalam laporan tersebut pihaknya juga melengkapi bukti pengaduan serta surat somasi dan surat jawaban somasi dari Dirut PT Surveyor Indonesia. Pelapor juga melengkapi pemberkasan dengan surat pengurus yang dimutasi.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/2497/VII/2013/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 22 Juli 2013, Pengurus Serikat Pekerja Surveyor Indonesia melaporkan Arief melanggar Pasal 28 huruf (a) juncto Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Serikat Kerja.

Pengacara Serikat Pekerja Surveyor Indonesia, Muhammad Joni menambahkan kliennya menduga Arief menghalangi serikat pekerja yang kritis sehingga membuat keputusan mutasi dan demosi.

Joni menjelaskan, para pekerja Surveyor mengkritisi dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pimpinan perusahaan tersebut. "Setelah (mengkritik), beberapa pengurus dimutasi dan demosi, kami laporkan atas perkara tersebut," ujar Joni.

Selain itu, Joni menambahkan pihaknya telah melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan tindak pidak gratifikasi yang dilakukan pimpinan PT Surveyor Indonesia.

Joni menduga keputusan mutasi pekerja terkait dengan kritikan terhadap dugaan gratifikasi yang melibatkan pejabat Kementerian BUMN, penolakan merger PT Surveyor Indonesia dengan PT Sucofindo dan adanya pengusutan kasus korupsi PT Surveyor Indonesia oleh Kejati DKI Jakarta. (Golda Eksa)

()

KETUA Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah II Golkar Se-Indonesia, Muntasir Hamid, meminta Ketua…