Pembunuh Ibu Hamil Diduga Aparat

Anggitondi Martaon    •    Rabu, 16 Sep 2015 15:37 WIB
kasus pembunuhan
Pembunuh Ibu Hamil Diduga Aparat
ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Ibu hamil dan dua anaknya, warga Teluk Bintuni, Papua Barat, diduga dibunuh aparat. Indikasi tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang diserahkan oleh Polres Teluk Bintuni kepada keluarga korban.

Matius Menteng, keluarga korban menyampaikan, dalam penyelidikan polisi terungkap telepon genggam korban yang hilang ternyata dibawa seseorang berinisial ST. Telepon genggam tersebut diserahkan seseorang kepada penyidik Polres Teluk Bintuni tanpa kartu SIM pada 6 September.

"Ada indikasi pelakunya tentara. Kami minta informasi ke kapolda, disampaikan bahwa mereka sudah limpahkan berkas itu ke Detasemen Polisi Militer," kata Matius di kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Keluarga korban mencoba mengonfirmasi ke Denpom setempat, namun tidak ada jawaban jelas. Petugas Denpom mengaku baru akan melakukan penyelidikan soal kasus ini. "Setelah ke Denpom, mereka mengatakan harus menyelidiki ke nol kembali," ujar Matius.

(Klik: Ibu Hamil dan Dua Anaknya Dibunuh Secara Sadis)

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menilai ada kegamangan polisi dan TNI setempat dalam menangani kasus tersebut. Polisi malah menahan orang yang menyerahkan telepon genggam.

"Kalau diduga tersangkanya ST, tapi yang ditahan PM. Berarti ada kegamangan. Enggak mungkin polisi serahkan ke Denpom kalau enggak diduga pelakunya oknum tentara," ujar Arist.

Dia meminta, penegak hukum transparan dan segera mengungkap pelakunya. Komnas PA berencana mengadukan masalah ini ke Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Kalau pelakunya tentara, Pangdam Papua harus berikan keadilan bagi korban. Sebab, setelah sebulan, tidak terungkap kasusnya," tukasnya.


(TRK)