Indeks Diperkirakan Sentuh 3.800, Investor Diminta Tidak Panik

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 16 Sep 2015 16:11 WIB
ihsg
Indeks Diperkirakan Sentuh 3.800, Investor Diminta Tidak Panik
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: Investor di Indonesia diminta tidak panik dengan situasi dan kondisi seperti sekarang ini, meski ada prediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mencapai level terendah di 3.800 di tahun ini. Penurunan indeks yang tajam ini akan dibayangi faktor eksternal.

Demikian diungkapkan Vice President Riset & Analis PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheree, ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (16/9/2015).‎ 

"Bisa 3.800, timing selalu salah, tapi yang jelas dia akan testing lagi di 4.100. Biasanya kalau bursa itu trendnya akan turun sekali lagi. Kalau bisa bertahan di 4.100, maka‎ support 3.800 tidak akan terlihat. Tapi kalau pecah 4.100, maka support berikutnya di posisi 3.826," jelasnya.

Ia menjelaskan, sentimen yang datang dari luar masih berkaitan dengan gejolak Wall Street yang belum kunjung selesai. Selain itu, juga datang dari ketidakpastian the Fed soal jadi atau tidaknya menaikkan suku bunga.

Tidak hanya itu, dirinya menilai, situasi dan kondisi ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang belum menunjukkan perbaikan juga memengaruhi pergerakan indeks. Bahkan, diperkirakan krisis masih akan terus bergulir hingga 2016, selama Quantitative Easing (QE) tambahan belum terjadi di AS.

"Bursa kita masih akan terpengaruh, selama bursa AS masih akan terkoreksi. Bursa AS pun masih akan terkoreksi lebih dalam," jelasnya.

Ia menambahkan, meski AS telah menghentikan QE namun AS terus melakukan normalisasi melalui kebijakan moneter. Jika the Fed menaikkan suku bunga dan tidak melakukan kebijakan QE maka berdampak kepada bursa AS terperosok jauh lebih dalam.

"Kalau suku bunga the Fed naik, QE tidak ada, akibatnya akan terperosok sekali bursa AS, karena likuiditasnya mengering di seluruh dunia," pungkasnya.


(ABD)