Kemiskinan Meningkat karena Naiknya Harga Pangan

Dheri Agriesta    •    Rabu, 16 Sep 2015 16:12 WIB
kemiskinan
Kemiskinan Meningkat karena Naiknya Harga Pangan
illustrasi. FOTO ANTARA/Lucky.R

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka kemisikinan meningkat 11,2 persen di Agustus 2015. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut angka kemiskinan meningkat karena naiknya harga pangan.

"Itu memang apabila harga beras naik dan lainnya itu pasti menimbulkan pertambahan angka kemiskinan, yaitu angka dimana biaya hidupnya tidak cukup atau kurang. Oleh karena itu, maka salah satunya cara adalah menstabilkan harga pangan," kata Kalla usai menghadiri Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).

Kenaikan angka kemiskinan hingga 11 persen terbilang cukup tinggi. Pemerintah pun dikhawatirkan akan kesulitan menurunkan angka kemiskinan. Namun, Wapres JK tetap optimistis angka kemiskinan dapat ditekan dengan meningkatkan produktivitas dalam negeri.

Dia menjelaskan, jika penyebab naiknya angka kemiskinan harga pangan yang menjulang tinggi maka produktivitas pertanian harus ditingkatkan. Selain itu, pemerintah harus berupaya untuk menekan harga pangan agar bisa normal kembali.

"Sulit bukan berarti tidak bisa (menurunkan harga pangan)," kata dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah. Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin tercatat 28,59 juta orang atau mencapai 11,22 persen. Angka ini bertambah 0,86 juta orang dibandingkan dengan posisi September 2014. 

Kepala BPS Suryamin mengatakan, tingkat kemiskinan yang sudah berada di level 11,22 persen terbilang tinggi. Suryamin mengatakan sangat susah untuk menurunkan tingkat kemiskinan jika sudah berada pada level 11 persen.

"Kalau tidak ada upaya khusus, susah untuk menurunkannya," kata Suryamin kemarin. 


(SAW)