Dave Minta Agung & Ical tak Dijegal di Munaslub

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 16 Sep 2015 16:55 WIB
golkar
Dave Minta Agung & Ical tak Dijegal di Munaslub
Anggota Fraksi Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono saat berada di ruangan Fraksi Golkar di Gedung DPR RI Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2015).--Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai mewacanakan adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar jelang Pilkada serentak 2015. Dalam Munaslub tersebut, Yorrys meminta agar Agung Laksono dan Aburizal Bakrie tak lagi mencalonkan diri.

Namun, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono tak sepakat dengan wacana yang digulirkan Yorrys tersebut. Menurut dia, semua orang termasuk Agung dan Ical berhak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Kalau itu saya tidak setuju, karena ini demokrasi, bukan karena saya anak Agung tapi jangan kita memangkas demokrasi," ujar Dave kepada Metrotvnews.com di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Menurut Dave, mencalonkan diri atau tidak hal itu merupakan hak Agung dan Ical. Ia tidak ingin adanya upaya penjegalan terhadap Agung maupun Ical untuk bersaing dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar.

"Mau maju atau tidak itu tergantung masing-masing. Jadi jangan dipotong di depan," kata dia.

Baik Agung maupun Ical, lanjut dia, mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini.

"Kalau yang muda maju, kenapa yang tua tidak boleh maju. Jadi kasih ruang bagi yang muda, begitu juga yang tua. Kasih kesempatan yang sama lah," tegas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai, mengatakan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie yang kini menjadi ketua umum DPP Partai Golkar hasil Munas IX masing-masing kubu, tidak diperkenankan maju dan mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Munaslub. Mereka akan ditempatkan di posisi terhormat sebagai negarawan.

"Mereka enggak boleh mencalonkan lagi. Tapi mereka juga tidak boleh dibuang begitu saja. Biar bagaimanapun mereka juga telah berjasa untuk Partai Golkar," Yorrys di sela bedah buku Pecah Belah Partai Golkar di Gedung Pola, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 12 September 2015.

Munaslub ini muncul setelah Yorrys bersama Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Nurdin Halid mencoba menggalang wacana ini. Hal ini telah dilakukan pembicaraan dalam internal tim sepuluh atau Tim Islah Terbatas Partai Golkar yang terdiri dari kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie.


(MBM)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

9 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA