Tahan Dana Asing Tidak Keluar, BEI Klaim Telah Antisipasi The Fed

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 16 Sep 2015 17:48 WIB
bei
Tahan Dana Asing Tidak Keluar, BEI Klaim Telah Antisipasi The Fed
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim telah melakukan antisipasi terkait rencana bank sentral Amerika Serikat yakni the Fed menaikkan suku bunga di September tahun ini. Langkah itu dilakukan guna menekan keluarnya sejumlah dana asing (capital outflow) dari pasar modal Indonesia.

"Kita tingkatkan pengawasan agar menahan gejolak indeks. Jangan sampai ada orang yang rusak pasar. Jangan ada hitman yang coba turunkan harga," kata ‎Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ketika ditemui‎ di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Sampai dengan saat ini, jelas Tito, BEI pun belum melakukan pencabutan kebijakan auto rejection 10 persen yang beberapa waktu lalu berhasil menolak 14 ribu transaksi yang diduga terkait short selling. Selain itu, BEI juga sudah mempersiapkan stimulus baru dalam menahan‎ gejolak IHSG. Tapi, sayangnya bos bursa ini tidak memberi tahu kebijakan apa yang sudah diprosesnya.

Lebih lanjut dirinya mengaku belum bisa memperkirakan apakah the Fed akan menaikkan suku bunga atau tidak. ‎"Beberapa penganut mahzab, the Fed ada yang dukung kalau naik, ada juga yang bilang turun. Saya belum bisa prediksi. Tapi kalau bunganya dinaikan mau tidak mau, suka tidak suka, dampaknya akan ke kita," terangnya.

Meski ada dampak besar bagi gerak indeks, namun dirinya menilai dampak tersebut hanya bersifat sementara saja. Hal itu disebabkan Indonesia memiliki produk pasar modal yang baik dan sebanyak 80 perusahaan yang sudah melantai di bursa masih meraup keuntungan di saat gejolak ekonomi terjadi seperti sekarang ini.‎‎


(ABD)