Jangankan Santunan dari Arab, Asuransi Saja Belum Jelas

Roni Kurniawan    •    Rabu, 16 Sep 2015 23:20 WIB
crane jatuh di arab saudi
<i>Jangankan Santunan dari Arab, Asuransi Saja Belum Jelas</i>
Crane jatuh. Foto: Anadolu

Metrotvnews.com, Bandung: Wacana Pemerintah Arab Saudi memberi santunan berupa materi bagi korban tragedi robohnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, 11 September lalu, belum diketahui sepenuh oleh keluarga korban. Bahkan, pihak asuransi yang menanggung segala perjalanan saat melakukan ibadah haji hingga saat ini belum memberitahu ke keluarga korban.

Aditya Yoga Hermana, 27, anak Adang Joppy Lili, 58, salah satu korban asal Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku tak tahu soal itu. Namun, ia bersyukur dan akan menerima jika itu merupakan haknya bagi sang ayah yang telah meninggal dunia.

"Belum ada kabar apa-apa terkait santunan. Kalau memang ada haknya Papah yang harus disampaikan, kami terima. Kalau bukan, kami enggak menuntut. Yang asuransi juga kami belum tahu," ujar Yoga ditemui di kediamannya di Jalan Babakan H Tamim, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/9/2015).

Yoga mengetahui kabar mengenai santunan dari pemberitaan di televisi Rabu pagi, 16 September. Jika hal itu benar, ia berharap bisa melayat ke makam sang ayah untuk mendoakan langsung. Akan tetapi, jika tidak pun ia mengaku akan mengumpulkan uang untuk bisa terbang ke Mekkah.

"Kalau enggak, ya enggak apa-apa, nanti ngumpulin duit sendiri berangkat ke sana," tuturnya.

Sebelumnya media Arab menyebutkan pemerintah kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada para korban meninggal dunia dan terluka akibat jatuhnya crane pada Jumat, 11 September di Masjidil Haram, Mekkah. 

Berikut bantuan yang akan diberikan kepada keluarga korban:

1. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR (kisaran Rp3,8 miliar) kepada setiap keluarga korban yang meninggal dunia karena kejadian itu.

2. Memberikan bantuan sebesar 1.000.000 SR (kisaran Rp3,8 miliar) kepada para korban yang cacat seumur hidup.

3. Memberikan bantuan sebesar 500.000 SR (kisaran Rp1,9 miliar) kepada setiap korban yang tidak wafat (terluka).

Selain itu, pemerintah kerajaan Arab Saudi pun memberikan santunan lainnya berupa:

1. Menghajikan dua orang dari keluarga korban yang meninggal sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H atau 2016.

2. Memberikan keleluasaan untuk menyempurnakan haji di tahun berikutnya bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji pada tahun ini. Sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1437 H atau 2016.

3. Dan memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban untuk mengunjungi atau merawat korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji 2015 ini. Dan visa kembali ke negaranya.


(UWA)