Penduduk Miskin di NTT Meningkat 22,6 Persen

Antara    •    Kamis, 17 Sep 2015 09:17 WIB
kemiskinan
Penduduk Miskin di NTT Meningkat 22,6 Persen
Ilustrasi kemiskinan. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Kupang: Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Maret 2015 mencapai 1.159,84 ribu orang atau meningkat 168 ribu (22,61 persen) dibandingkan September 2014 yang tercatat 991,88 ribu orang.

"Peningkatan jumlah penduduk miskin selama periode September 2014 hingga Maret 2015 dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan pelambatan pada semester I-2015 (4.84 persen) dibanding semester I-2014 (4,93 persen) yang berdampak pada pola konsumsi," kata Kepala BPS Nusa Tenggara Timur (NTT) Anggoro Dwitjahyono kepada wartawan di Kupang, Kamis (17/9/2015), seperti ditulis Antara.

Menurut dia, kenaikan angka kemiskinan di daerah pedesaan dan perkotaan serta perubahan garis kemiskinan sebesar 10,92 persen telah menjadi pemicu bertambahnya jumlah penduduk miskin di daerah berpenduduk 5,03 juta jiwa itu.

Pemicu lain, menurut Anggoro, adalah selama periode September 2014 -Maret 2015 inflasi umum daerah perkotaan sebesar 4,44 persen, di mana kelompok bahan makanan pada periode ini mengalami inflasi sebesar 4,18 persen.

Atau lebih spesifik lagi, katanya, di daerah perkotaan, indeks harga pada sub-kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya mengalami kenaikan sebesar 18,12 persen.

"Jadi inflasi pada paket komoditi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan akan berpengaruh pada kenaikan garis kemiskinan," katanya.

Kondisi ini (meningkatnya jumlah penduduk miskin di NTT) berbeda dengan perkembangan tingkat kemiskinan di Nusa Tenggara Timur selama Maret 2014 - September 2014 yang cenderung mengalami penurunan sebesar 991,88 ribu orang (19,60 persen).

Atau berkurang sekitar 2,8 ribu orang dibandingkan Maret 2014 sebanyak 994,68 ribu orang (19,82 persen) karena gerakan percepatan penanggulangan kemiskinan dilakukan secara masif dengan agenda dan program khusus langsung kepada desa/kelurahan yang teridentifikai memiliki tingkat pendapatan dan kesejahteraan di bawah standar kehidupan yang layak.

Misalnya, kata dia, berdasarkan daerah tempat tinggal, selama periode Maret 2014-September 2014, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan sebanyak 8,2 ribu orang (dari 894,33 ribu orang menjadi 886,18 ribu orang).

Untuk perkotaan mengalami kenaikan sebanyak 5,4 ribu orang (dari 100,34 ribu orang menjadi 105,70 ribu orang) dari total jumlah penduduk NTT saat ini sebanyak 4,8 juta jiwa. Artinya, kata dia, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan turun dari 22,15 persen pada Maret 2014 menjadi 21,78 persen pada September 2014.

Sementara, katanya, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2014 sebesar 10,23 persen, naik menjadi 10,68 persen pada September 2014.

Hingga akhirnya secara makro berdasarkan daerah tempat tinggal, selama periode September 2014-Maret 2015, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan sebanyak 157,5 ribu orang (dari 886,18 ribu
orang menjadi 1.043,68 ribu orang) dan untuk perkotaan mengalami kenaikan sebanyak 10,5 ribu orang (dari 105,70 ribu orang menjadi 116,16 ribu orang).

"Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan adalah data Survei Sosial ekonomi Nasional (Susenas) Maret dan September 2014 dengan jumlah sampling sebesar 75 ribu rumah tangga," katanya.


(KRI)