Kegiatan APM

Dua Wakil Indonesia Berlaga di Volvo Trucks FuelWatch Asia Pasifik

Nurtjahyadi    •    Kamis, 17 Sep 2015 11:02 WIB
volvo
Dua Wakil Indonesia Berlaga di Volvo Trucks FuelWatch Asia Pasifik
Dua driver asal Indonesia berlaga di APAC Fuelwatch Challenge 2015 yang kali ini digelar di Hua Hin Thailand. MI/Nurtjahyadi

Metrotvnews,com, Thailand: Menurut Volvo Trucks, pengemudi yang terampil mampu memberikan penghematan biaya operasional yang luar biasa bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan brand truk asal Swedia tersebut gencar mengampanyekan pentingnya upaya dalam meningkatkan skill para pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan secara optimal.

Latar belakang inilah yang mendorong Volvo Trucks menggelar kegiatan tahunan FuelWatch berupa kompetisi global dalam bentuk edukasi dan kompetisi untuk memicu para pengemudi selalu berkendara secara efisien, dan mengendalikan kendaraan dengan baik, termasuk menjunjung tinggi metode keselamatan dan produktivitas secara keseluruhan di medan off-road maupun on-road.

Saat ini lomba efisiensi bahan bakar tersebut sudah sampai ke tingkat Asia Pasific, setelah kegiatan ini digelar di sejumlah negara di kawasan itu. Tahun ini adalah tahun keenam keikutsertaan Indonesia yang diwakili oleh Johan Sampe Toding dari PT KPUC di Malinau, Kalimantan Utara, untuk kategori off-road, dan Pepen Effendi dari PT Pectech di Kerinci, Pekanbaru, di kategori on-road.

Di The Volvo Trucks Asia Pacific (APAC) Fuelwatch Challenge 2015 yang digelar di Kaeng Krachan Circuit (KKC), Hua Hin, Thailand itu, kedua wakil dari Indonesia akan bersaing dengan para juara dari delapan negara kawasan Asia Pasifik lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, China, Taiwan, India, Korea Selatan, dan Australia untuk memperebutkan tiket ke Volvo Trucks World Driving Challenge yang akan digelar di Swedia pada 2016 mendatang.

President Volvo Trucks Asia Oceania, Christophe Martin, dalam keterangannya menegaskan betapa pentingnya kegiatan ini bagi Volvo Trucks, karena setiap tetes penghematan mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga pelestarian lingkungan. "Kami berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dalam mempromosikan efisiensi bahan bakar dan para pengemudi memainkan peranan penting dalam upaya ini," ujar Martin pada Rabu, 16 September, di Hua Hin Thailand.

"Pengemudi yang kompeten, serta terampil dalam metode keselamatan dan berkendara yang tepat berdampak besar dalam pengurangan biaya operasional dan penghematan bahan bakar yang luar biasa. Melalui FuelWatch, kami berharap bisa menginspirasi para pengemudi untuk bergabung bersama misi kami dalam penghematan bahan bakar," paparnya. 

Salah satu beban perusahaan yang mengoperasikan armada truk adalah biaya pembelian bahan bakar yang cukup besar dan umumnya mencapai hampir separuh dari biaya operasional, namun hal ini bisa dikurangi dengan memberikan edukasi kepada para pengemudi truk mereka. Perpaduan pengemudi terlatih dan armada truk yang baik, menurut Volvo Trucks, memiliki potensi penghematan hingga 10 persen.

Volvo Trucks menggambarkan, jika sebuah truk beroperasi dengan jarak tempuh 150.000 kilometer (km) setiap tahunnya dengan konsumsi bahan bakar 35 liter per 100 km-nya, dengan asumsi harga bahan bakar USD1  per liter, maka dengan penghematan 10 persen tadi uang yang dihemat mencapai USD5.250.

Jika 10 persen pencapaian efisiensi tadi bisa dicapai oleh 500 unit truk maka penghematan yang didapat mencapai USD2,63 juta  yang setara dengan 6.217 ton beras atau 4,99 juta liter susu. Dari sisi lingkungan, pengurangan konsumsi bahan bakar hingga 10 persen tadi juga mampu mereduksi sebanyak 406,9 juta ton emisi CO2 di udara atau setara emisi karbon yang dihasilkan oleh Hong Kong selama satu tahun.

Fakta yang diambil dari sumber Clean Air Asia 2010 dan UNESCAP 2010 itu tentu sangat mencengangkan dan angka-angka penghematan yang bisa dicapai tersebut akan semakin fantastis jika hal itu bisa dilaksanakan oleh semua pengemudi truk di dunia.


(UDA)