Program Pasar Murah DKI Tumpang Tindih

Intan fauzi    •    Kamis, 17 Sep 2015 10:47 WIB
pasar murah
Program Pasar Murah DKI Tumpang Tindih
Operasi pasar di Benhil. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Program pasar murah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih tumpang tindih. Banyak Badan Usaha Daerah (BUMD) DKI memiliki program yang sama dengan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI.
 
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohammad Taufik mengatakan, program pasar murah untuk ketahanan pangan yang diselenggarakan Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan tumpang tindih dengan program yang digulirkan PD Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya.
 
"Di PD Pasar Jaya ada, di Dharma Jaya juga ada, di food station juga. Sebenarnya ketahanan pangan itu bagus buat masyarakat, tapi jangan tumpang tindih. Lokasinya juga harus menyebar agar ada pemerataan," kata Taufik di Kantor DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015) malam.
 
Hal yang sama diungkapkan Anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Bestari Barus. Ia menyarankan  Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan melakukan sinkronisasi dengan ketiga perusahaan milik daerah itu.
 
"Menurut saya, penyelenggaraan pasar murah berikutnya harus mendetil, perlu sinkronisasi yang mendalam dengan PD Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, maupun food station. Kami tidak mempermasalahkan program pasar murah, itu pro rakyat. Tapi jangan tumpang tindih," ujarnya.
 
Tahun 2016 Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan menganggarkan Rp 7 miliar untuk program pasar murah. Angak itu meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya Rp 1,5 miliar.
 
Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Darjamuni mengatakan, program yang dia gulirkan lebih fokus pada rakyat miskin. "Semua dalam rangka ketahanan pangan, ini berdasarkan permintaan. Kami gelar di rusun, dalam satu rusun ada 600 orang, tapi kita tidak bisa kasih semua. Tahun ini kami anggarkan untuk semua rusun, supaya tahun depan merata. Kami lebih ke masyarakat miskin sasarannya, bukan operasi pasar," jelasnya.
 
Darjamuni menambahkan, tahun depan pihaknya akan koordinasi dengan PD Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, dan food station. "Saya setuju operasi pasar tidak ditangani sendiri-sendiri, tidak seperti kemarin," ujarnya.


(FZN)