Mensesneg tak Tahu Soal PAW Puan Cs

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 17 Sep 2015 11:20 WIB
dpr
Mensesneg tak Tahu Soal PAW Puan Cs
Pratikno. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergantian antarwaktu anggota DPR bagi kader PDI Perjuangan yang terpilih sebagai menteri dan pejabat setingkat menteri belum ada kejelasan. Bahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno belum mengetahui perihal administrasi jabatan tiga koleganya di kabinet itu.

"Saya enggak hafal satu per satu. Nanti saya cek lagi," kata Pratikno saat ditanya apakah sudah ada SK resmi dari KPU terkait PAW, di sela-sela peluncuran tim eksedisi kapsul waktu di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Tiga orang itu adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku DPP sudah melakukan persiapan yang cukup lama dalam menentukan kader untuk PAW. Hanya saja, hingga kini PDI Perjuangan masih menunggu kesediaan kadernya untuk duduk di parlemen.

Untuk pengganti Puan, ada nama Darmawan Prasodjo. Dia meraih suara terbanyak kedua setelah Puan di dapil Jawa Tengah V. Namun, Darmawan sudah menjadi deputi di Kantor Staf Kepresidenan.

"Yang bersangkutan itu menjadi deputi ketika ada penataan kelembagaan di staf kepresidenan. Siapa tahu yang bersangkutan akan menyatakan untuk bersedia menjadi anggota dewan," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September lalu.

Ini menjadi pertimbangan PDI Perjuangan karena Darmawan Prasodjo memiliki hak untuk itu. Sebab suara Darmawan tepat berada di bawah Puan.

Sedangkan untuk pengganti Pramono Anung, PDI Perjuangan masih melakukan berbagai pertimbangan-pertimbangan yang strategis untuk meningkatkan kinerja Fraksi PDI Perjuangan di DPR. Sejauh ini ada dua nama yang akan menggantikan Pramono Anung, di antaranya mantan anggota komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari.

"Jadi ada di situ ada dua yang menjadi perhatian, kalau dari suara terbanyak memang suara Erjik (Erjik Bintoro-red), kalau tidak salah namanya. Dan kedua saudari Eva Sundari. Tentu saja partai memiliki pertimbangan mengingat di tengah sorotan masyarakat tentang kinerja dewan," kata dia.

Hanya, Hasto mensinyalir posisi Pramono Anung akan jatuh ke tangan Eva Kusuma Sundari. Sebab Eva telah cukup berpengalaman di DPR setelah sebelumnya duduk di Komisi III DPR RI, sedangkan Erjik menang di suara dalam Pileg. Erjik memperoleh 46.692 suara, sedangkan Eva 42.704 suara. Namun DPP belum memutuskan dari kedua nama tersebut yang terpilih.

"Kalau berberdasarkan pertimbangan strategis partai tentu saja kami mengharapkan yang sudah berpengalaman sebagai anggota dewan. Tapi berdasarkan suara terbanyak ini kan ada nama lain, sehingga nama ini kemudian kami musyawarahkan," kata dia.

Sementara itu untuk pengganti Tjahjo Kumolo, DPP PDI Perjuangan telah menetapkan satu nama, yakni Tuti N Roosdiona, melalui berbagai pertimbangan. Pembahasan penetapan PAW bagi Tjahjo ini telah ditetapkan melalui rapat internal DPP PDI Perjuangan yang dilakukan Rabu 9 September.

"Terkait dengan pengganti dari bapak Tjahjo Kumolo memang ada dua pertimbangan saat itu, tapi akhirnya DPP lebih memilih mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan, yaitu (Tuti N Roosdiono) yang memiliki suara terbanyak berikutnya setelah bapak Tjahjo Kumolo," ujar dia.

Sejauh ini, kata Hasto, DPP masih akan melakukan kalarifikasi perihal kesanggupan dari calon kandidat yang akan menjadi pengganti Puan dan Pramono. "Sekarang kami sedang melakukan klarifikasi untuk siapa yang mengganti dari bapak Pramono Anung, begitu pula dengan yang mengganti mbak Puan Maharani," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretariat Jenderal DPR RI mengaku belum menerima surat resmi dari DPP PDI Perjuangan terkait PAW sehingga belum bisa diproses. Surat tersebut akan disampaikan kepada KPU dan akhirnya surat itu juga diterima oleh Mensesneg sebagai laporan menteri tak lagi rangkap jabatan walau secara administrasi.



(KRI)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

17 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA