Hutan Hujan Tropis Indonesia Harusnya Tak Mudah Terbakar

Ilham wibowo    •    Kamis, 17 Sep 2015 11:27 WIB
asap
Hutan Hujan Tropis Indonesia Harusnya Tak Mudah Terbakar
Tukirin dalam diskusi Publik "Hasil Penelitian Lipi Terkait Kebakaran Hutan: Kebijakan, Dampak, dan Solusi" di Gedung Lipi, Jalan Gatot Subroto Kav. 10, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2015). Foto: Ilham Wibowo/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia merupakan negara tropis yang sebagian besar kawasannya memiliki iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2000 milimeter kubik per tahun. Dengan fakta itu, Indonesia memiliki tutupan hutan dengan karakteristik hutan hujan tropik. 

Peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tukirin menuturkan ciri utama ekosistem hutan hujan tropik ialah memiliki keanekaragaman hayati dan kelembaban yang tinggi.

Ekosistem hutan tropik pada dasarnya tidak bisa terbakar secara alami sekalipun daerah beriklim kering. Namun, pengelolaan hutan yang kurang tepat menyebabkan menurunnya kelembaban udara dan bukaan kanopi hutan. Ini membuat serasah dan material runtuhan di lantai hutan menjadi kering. Ini membuat kebakaran hutan meluas.

"Bahan-bahan runtuhan dan serasah tersebut yang memicu kebakaran di areal hutan tropik di Indonesia. Untuk Indonesia hutan tropik tidak mudah terbakar. Kenyataanya sekarang sudah habis," tutur Turikin dalam diskusi Publik "Hasil Penelitian LIPI Terkait Kebakaran Hutan: Kebijakan, Dampak, dan Solusi" di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto Kav. 10, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2015)

Tukirin mengatakan kebakaran berat menyebabkan pepohonan penopang utama mati. Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya kesehatan pada manusia, akan tetapi keanekaragaman hutan menjadi hilang setelah kebakaran.

"Kerugian bukan saja kesehatan, keanekaragaman hayati yang sangat besar, jumlah hayati mikrobanya hilang. Kita hidup tidak bisa lepas dari layanan keanekaragaman hayati, pakaian, transportasi dan lain sebagainya dasarnya dari hayati," tuturnya.

Lebih lanjut, Tukirin mengatakan jenis tumbuhan yang muncul setelah kebakaran adalah jenis-jenis tumbuhan pionir dan sekunder seperti kelompok mahang (Macaranga spp.), angrung, (Vernonia arborea), tembalik angin (Croton sp), dan tumbuhan paku reasm (Pteridum sp. dan Gleichenia sp.). Sedangkan pada habitat rawa gambut, pasca kebakaran hanya akan ditumbuhi oleh jenis paku-pakaian seperti Nephrolepis spp, Blechnum spp dan Stenchlaena palustris.

"Tapi tidak ada tumbuhan berbunga yang mampu bertahan dan tumbuh setelah kebakaran," ujarnya.


(KRI)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

14 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA