Syarif Hasan: Dubes Harus Menguasai Semua Bidang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 17 Sep 2015 12:02 WIB
dpr adsdubes
Syarif Hasan: Dubes Harus Menguasai Semua Bidang
Anggota Komisi I DPR Fraksi Demokrat,--Foto: MI/Agung Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI, Syarief Hasan berharap duta besar Republik Indonesia untuk negara sahabat dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ia ingin dubes terpilih dapat mengusai seluruh bidang tentang Indonesia, baik ekonomi, politik maupun hukum.

"Dubes itu kan representasi pemerintah. Dia harus mengusai bidang sosial, ekonomi, politik, hukum, HAM. Dia harus tahu semua," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Dia berhaarap Dubes terpilih tidak buta tentang Indonesia. Serta dapat menjelaskan segala hal tentang Indonesia kepada negara sahabat tempatnya bertugas.

"Ketika negara lain bertanya apapun tentang Indonesia, dia harus bisa menjawab. Dia itu pintu gerbang," kata dia.

Hari ini Komisi I DPR RI kembali melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap enam orang calon duta besar Republik Indonesia. Ini merupakan uji terakhir dari total 33 orang calon dubes RI yang diserahkan kepada DPR. Sebelumnya, Kimisi I telah menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 27 orang calon dubes RI.

Dari 33 orang calon Dubes RI ini, Komisi I akan memberikan rekomendasi dan catatan kepada Presiden Joko Widodo untuk memilih pembantunya yang bertugas di negara-negara sahabat.

"Ini tinggal enam orang dari 33 (calon dubes RI), kita sudah (selesai uji kelayakan dan kepatutan) 27 calon dubes. Nanti enam orang akan selesai hari ini," kata Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis pagi.

Berikut daftar lengkap nama calon dubes yang diajukan ke DPR.

1. Hasan Bagis, S.E., M.Sc, untuk Uni Emirat Arab

2. Dra. Hj. Safira Machrusah, M.A. untuk Aljazair

3. Drs. Bambang Antarikso, M.A., untuk Irak

4. Drs. H. Husnan Bey Fananie, M.A,  untuk Azerbaijan

5. Drs. Ahmad Rusdi, untuk Kerajaan Thailand

6. Drs. Yuri Octavian Thamrin, untuk Kerajaan Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa

7. Drs. Helmy Fauzi, untuk Republik Mesir

8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, untuk Republik Bolivarian Venezuela

9. Mansyur Pangeran, S.H. untuk Republik Senegal

10. Drs. I Gusti Agung Wesaka Puja, M.A., untuk Kerajaan Belanda merangkap OPCW

11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehab, S.IP., untuk Qatar

12. Ibnu Hadi, S.E, M.Ec, untuk Republik Sosialis Vietnam

13. Alfred Tanduk Palembangan, S.H., untuk Republik Kuba

14. Wiwiek Setyawati Firman, S.H., untuk Republik Finlandia

15. Drs. Iwan Suyudhie Amri, untuk Republik Islam Pakistan

16. Muhammad Ibnu Said, S.H., untuk Kerajaan Denmark

17. Dr. Rizal Sukma, untuk Kerajaan Inggris merangkap Republik Irlandia

18. Drs. Tito Dos Santos Baptista, untuk Republik Mozambique

19. Drs. Mohammad Wahid Supriyadi, untuk Federasi Rusia

20. Musthofa Taufik Abdul Latif, B.A., M.A., untuk Kesultanan Oman

21. Drs. R Soehardjono Sastromihardjo, M.A., untuk Republik Kenya

22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, S.E., untuk Republik Panama

23. Dian Triansyah Djani, S.E., M.A., Perutusan Tetap PBB

24. Dra. Diennaryati Tjokrisuprihatono, M.Psi., untuk Republik Ekuador

25. Drs. H. Agus Maftuh Abegebriel, M.A., untuk Kerajaan Arab Saudi

26. Amelia Achmad Yani, untuk Bosnia-Herzegovina

27. I Gede Ngurah Swajaya, S.H., M.A., untuk Republik Singapura

28. Sri Astari Rasjid, untuk Republik Bulgaria

29. R Bagas Hapsoro, S.H., M..A., untuk Kerajaan Swedia

30. Octavino Alimudin, S.H., LL.M., untuk Republik Islam Iran

31. Drs. Antonius Agus Sriyono, untuk Tahta Suci Vatican

32. Drs. Eddy Basuki, untuk Republik Namibia

33. Alexander Litaay untuk Republik Kroasia


(MBM)