BMKG: Titik Panas di Babel Meningkat

Antara    •    Kamis, 17 Sep 2015 12:36 WIB
kabut asap
BMKG: Titik Panas di Babel Meningkat
Ilustrasi kebakaran lahan. (Antara/Fikri Yusuf)

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pangkalpinang, mencatat enam titik panas (hotspot) sebagai indikasi awal kebakaran lahan dan hutan. Titik panas terdeteksi oleh Satelit Terra dan Aqua di Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (17/9/2015).

"Titik panas ini tersebar di Kabupaten Bangka Selatan yakni di Kecamatan Air Gegas dua titik, Simpang Rimba tiga titik dan Payung, satu titik panas," kata Staf Koordinator Unit Analisis BMKG Pangkalpinang, Deas Achmad
Rivai di Pangkalpinang.

Menurut dia, jumlah titik panas tersebut cenderung meningkat setelah dalam dua hari terakhir BMKG tidak mendeteksi adanya titik panas di Babel. Apabila tidak diantisipasi secepatnya, dikhawatirkan jumlah  titik panas akan bertambah.

"Munculnya titik panas ini dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh masyarakat, seperti membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Baik itu untuk membuka lahan baru ataupun membersihkan lahannya. Sebab, dampak yang akan ditimbulkan sangat besar.

"Selama musim kemarau panjang ini diimbau petani, perusahaan perkebunan, dan lainnya untuk tidak membakar lahan dan hutan, karena akan merugikan masyarakat lainnya," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan satelit cuaca pada Jumat (18/9), potensi hujan masih belum terjadi di daratan Babel. "Kondisi cuaca saat ini masih sama seperti beberapa hari sebelumnya, di mana seluruh daratan Babel di tujuh kabupaten/kota belum berpotensi turun hujan baik dengan intensitas ringan maupun sedang," katanya.


(SAN)