Bangun Hutan Kota, Perusahaan Asal Jepang Diprotes Mahasiswa

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 17 Sep 2015 15:28 WIB
demo massa
Bangun Hutan Kota, Perusahaan Asal Jepang Diprotes Mahasiswa
Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar di depan kantor Konsulat Jenderal Jepang, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2015). (Metrotvnews.com/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar di Malang meluruk Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Jalan Sumatra, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2015).

Mereka meminta salah satu perusahaan asal Jepang, PT Amerta Indah Otsuka bertanggungjawab atas perusakan lingkungan akibat pembangunan Hutan Kota Malabar, di Kota Malang. 

"Pembangunan ini tidak mempertimbangkan aspek keadilan ekologis sehingga ada kerusakan lingkungan. Padahal, fungsi hutan kota di Malang sangat banyak. Kami minta Konsulat Jenderal Jepang menegur PT Amerta Indah Otsuka," ujar kordinator aksi Robbani Amal Romis.

Robbani mengatakan, pembangunan di kawasan Hutan Kota yang terletak di Jalan Malabar, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur ini banyak kejanggalan. Di antaranya tidak ada AP (advice planning) dan analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) dari Pemkot Malang .

"Juga tidak ada pelibatan aktif dari warga sekitar dalam persetujuan pembangunan Hutan Kota Malabar," ujarnya.

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu, membentangkan poster di halaman Kantor Konsulat Jenderal Jepang. Mereka juga mengirmkan surat tuntutan pada Otsuka Pharmaceutical Co Ltd di Jepang melalui konsulat.

"Kami terima suratnya. Nanti kami pasti sampaikan kepada pimpinan dan akan kami kabari selanjutnya bagaimana perkembangannya," kata Sigit Indra, salah seorang perwakilan dari Konsulat Jenderal Jepang usai menerima surat dari pengunjuk rasa.


(SAN)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

6 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA