Komisi VII DPR RI Sepakat ICP USD50 per Barel

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 17 Sep 2015 16:22 WIB
minyak
Komisi VII DPR RI Sepakat ICP USD50 per Barel
Ilustrasi. Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII DPR-RI memutuskan asumsi makro untuk Indonesia Crude Price (ICP) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar USD50 per barel.

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber. Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan telah berkomunikasi dengan para sumber untuk meminta prediksi mereka terkait ICP 2016.

"Prof. Maizar Rahman, Tenaga ahli tim harga memprediksi USD50 sampai USD60 per barel. Pri Agung Rakhmanto, Direktur Eksekutif Reforminer Institute memprediksi USD40 sampai USD50 per barel. Ari Hartawan, Kepala Grup Riset Ekonomi Bank Indonesia memprediksi USD50 sampai USD60 per barel," kata Sudirman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dari prediksi tersebut, Sudirman setuju pada kisaran USD50 hingga USD55 per barel. Namun, melihat kondisi perekonomian global saat ini, pemerintah mengusulkan asumsi makro untuk ICP 2016 sebesar USD50 per barel.

"Kami mengusulkan harga USD50 per barel ntuk melihat kondisi sekarang," tutur Sudirman.

Seluruh anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi Nasdem, dan Fraksi Hanura mengusulkan harga ICP sebesar USD50 per barel.

Setelah itu diputuskan, Ketua Komisi VII DPR, Kadaya Warnika mengetuk palu usulan asumsi makro harga ICP tahun 2016 sebesar USD 50 per barel.

"Baiklah diputuskan harga minyak dunia USD 50 per barel," pungkas Kardaya.


(SAW)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

7 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA