Parlemen Tiongkok Kunjungi DPR Bahas Anggaran

Kesturi Haryunani    •    Kamis, 17 Sep 2015 17:41 WIB
dpr ads
Parlemen Tiongkok Kunjungi DPR Bahas Anggaran
Foto: ANT/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Jakarta: Delegasi Komisi Anggaran Parlemen Tiongkok yang dipimpin Liu Xiuwen bertandang ke DPR untuk berdiskusi terkait situasi ekonomi global, termasuk pelemahan mata uang. Kunjungan tersebut diharapkan bisa menjadi ajang tukar pikiran mengenai dampak pelemahan berbagai mata uang.

"Kita apresiasi kedatangan mereka, sebab hubungan DPR dengan Parlemen Tiongkok selama ini terjalin cukup baik," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Menurut Pimpinan Dewan Koordinator Ekonomi dan Keuangan ini, kunjungan Parlemen Tiongkok merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Sekarang kunjungan mereka sifatnya lebih spesifik mengenai anggaran.

"Mereka ingin melihat langsung bagaimana proses penganggaran, proses politiknya, dan dukungan transparansi publik. Kunjungan delegasi Komisi Anggaran Parlemen Tiongkok saat ini adalah waktu yang tepat. Para anggota Banggar DPR tengah bekerja keras hingga larut malam, hampir dua minggu terakhir," terang Taufik.

Taufik menjelaskan, fungsi penyusunan anggaran negara ditangani oleh Badan Anggaran DPR yang merupakan badan strategis dari tiga fungsi DPR. "Paling tidak bisa memberikan informasi lebih yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan kedua negara," tukasnya.

Terkait hubungan diplomatik kedua negara, Taufik mengatakan, kedekatan emosional Tiongkok dan Indonesia diawali saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Beijing. Kunjungan tersebut dibalas dengan kedatangan Ketua Parlemen Tiongkok di Indonesia.

"Dalam situasi yang penuh tantangan global ini, kedua parlemen diharapkan saling mendukung. Beberapa waktu lalu, Ketua Parlemen Tiongkok ada semacam keinginan membuka banknya di Indonesia. Sebaliknya, bank Indonesia juga akan membuka kantor cabang di Tiongkok," tutur Taufik.

Wakil Ketua Badan Anggaran Parlemen China Liu Xiuwen menyampaikan terima kasih bisa berdiskusi dengan Banggar DPR. "Saya setuju dengan Bapak Taufik, bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok sangat penting karena kedua negara memiliki populasi sangat besar sebagai negara berkembang. Strategi perkembangan kedua negara bisa saling mengisi dan mengandalkan," katanya.

Tahun ini, kata Xiuwen, merupakan peringatan 65 tahun hubungan bilateral Tiongkok dan Indonesia. Sejak 10 tahun terakhir, hubungan kedua negara berkembang pesat.

"Sejak dilantik menjadi Presiden, Jokowi sudah mengadakan pertemuan dengan Presiden Tiongkok sebanyak tiga kali," kata Xiuwen.

Pemerintah Tiongkok kini tengah mengembangkan pembangunan strategis abad 21, sedangkan Indoensia sedang mengembangkan strategi kemaritiman. "Jadi kita bisa saling mengisi dan saling mendukung," pungkas Xiuwen.


(NIN)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

17 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA