Sopir Tembak Sudah Jadi Kebutuhan di Ibu Kota

Damar Iradat    •    Kamis, 17 Sep 2015 17:49 WIB
gojek
Sopir Tembak Sudah Jadi Kebutuhan di Ibu Kota
Ilustrasi--MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan sopir tembak angkutan umum kembali menjadi sorotan publik. Hal tersebut setelah sopir bus Kopaja 612, Budi Wahyono, 26, menjadi tersangka, karena menabrak driver Go-Jek dan menewaskan dua orang.

Keberadaan sopir tembak di Jakarta, sudah menjadi kebutuhan. Sebab sopir 'batangan' kerap malas untuk 'narik'.   "Asal kenal. Waktu itu saya minta ke yang punya mobil ini, kebetulan kenal, terus disuruh belajar nyetir sendiri sama bikin SIM (Surat Izin Mengemudi)," kata Amri, 23, sopir tembak, kepada Metrotvnews.com, Rabu (17/9/2015).

Dia mengatakan pekerjaan sopir tembak menjadi pilihan terakhirnya mencari uang. Untuk hidup di Jakarta. "Nyari kerja di sini (Jakarta) kan susah. Jadi sopir tembak sudah pilihan paling tepat," terangnya.

Pria tamatan SD ini mengaku, menjadi sopir tembak karena ajakan teman yang menjadi pengemudi Kopaja P19 jurusan Blok M- Tanah Abang. Amri sudah tiga tahun menjadi sopir bayangan. "Duitnya emang enggak gede-gede banget. Cuma dapet 20 persen dari sekali narik, tapi lumayan bisa buat makan sehari-hari," terang Amri.

Polemik sopir tembak angkutan umum memang masalah yang kerap terjadi. Bahkan, beberapa kali kecelakaan yang melibatkan angkutan umum terjadi, karena sopir tembak acap membawa kendaraannya secara ugal-ugalan.

Kemarin, terjadi kecelakaan yang melibatkan Kopaja S612 di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Kecelakaan mengakibatkan pengendara Go-Jek, Gunawan dan istrinya, Sisilia tewas. Sementara anak mereka, Ghiraldo Banu Seprizky alias Aldo, dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Saat kecelakaan, Kopaja diketahui dikemudikan Budi Wahyono. Status Budi kini tersangka. Dia dianggap bersalah dalam kecelakaan itu.

Ia dijerat Pasal 310 ayat 4, ayat 3, ayat 2, dan ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Ancaman hukuman tersebut dijatuhkan karena pelaku melanggar aturan dan menyebabkan korban meninggal.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA