BI: Pelemahan Ekonomi Picu Kredit Macet UMKM

   •    Kamis, 17 Sep 2015 18:42 WIB
ekonomi daerah
BI: Pelemahan Ekonomi Picu Kredit Macet UMKM
Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Padang: Bank Indonesia (BI) mencatat kredit macet Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama kuartal II-2015 di Sumatera Barat (SUmbar) mencapai 6,2 persen, melebihi ambang batas BI sebesar 5,0 persen.

"Kondisi ini sejalan dengan melambatnya kinerja ekonomi daerah selama kuartal II-2015," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko, seperti dikutip dari Antara, di Padang, Kamis (17/9/2015).

Dia mengungkapkan, risiko peningkatan kredit macet sektor UMKM di Sumbar ke depan masih sangat tinggi. Hal itu sejalan dengan tren pelemahan harga sejumlah komoditas unggulan daerah seperti kelapa sawit, kakao, dan karet yang masih terus berlanjut.

Selain itu, peningkatan kredit macet juga diakibatkan faktor tingginya tingkat suku bunga kredit sektor UMKM yang kini mencapai 14,7 persen. "Kita semua tahu sektor UMKM sangat rentan dengan tingginya tingkat suku bunga kredit perbankan," jelasnya, seraya menambahkan perbankan daerah dapat meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Syamsul Amar membenarkan kondisi ekonomi daerah yang lesu merupakan salah satu faktor tingginya kredit macet UMKM. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang dunia juga menjadi pemicu.

"Sebab saat ini sebagian komponen produk UMKM itu berasal dari luar, sehingga harganya jadi lebih mahal. Akibatnya daya beli masyarakat menjadi tergerus," pungkasnya. 



(ABD)