Kementerian ESDM Diminta Tak Diskriminatif Soal Hak PI

Amaluddin    •    Kamis, 17 Sep 2015 20:19 WIB
migas
Kementerian ESDM Diminta Tak Diskriminatif Soal Hak PI
Salah satu blok migas, Ant - Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berharap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak bertindak diskriminatif dalam hal pemberian hak participating interest (PI) pada daerah penghasil minyak bumi serta gas (migas), termasuk Jawa Timur.

Harapan itu dilontarkan Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim Himawan Estu Bagiyo menyusul pemberian PI Blok Muria pada anak perusahaan BUMD Jateng. "Kalau anak perusahaan BUMD Jateng bisa mendapat PI dari Blok Muria, semestinya Kementerian ESDM juga memberikan PI Blok Ketapang untuk anak perusahaan BUMD Jatim. Jangan ada diskriminasi," kata Himawan, di Surabaya, Kamis (17/9/2015).

Lantaran itu, menurut Himawan, Gubernur Jatim akan mengirim surat sesuai hasil rapat di SKK Migas. Sekretaris SKK Migas Budi Agustiono berjanji menyampaikan aspirasi itu ke Kementerian ESDM. "Silakan, kami akan membantu sesuai kewenangan yang dimiliki SKK Migas," kata Budi Agustyono didampingi Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro, Rabu kemarin.

Jatim, kata dia, sedang berupaya mendapatkan PI dari empat blok yaitu Ketapang yang dikuasai Petronas Carigali Ketapang; Blok Kangean PSC Extension yang kini dipegang KKKS Kangen Energy Indonesia (KEI); Blok WMO yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE); dan Blok Husky Madura Strait yang sedang digarap Husky CNNOC Madura Limited.

"Namun agar efektif pembahasannya, kami fokus pada PI Blok Ketapang. Jika mengacu pada pemberian PI Blok Muriah untuk Pemprov Jateng, maka Pemrov Jatim semestinya juga sudah mendapat persetujuan karena yang mengelola sama-sama anak perusahaan BUMD," kata Ketua  Komisi C DPRD Jatim, Thoriqul Haq.


(RRN)