SBY: Dunia Harus Saling Percaya untuk Keluar dari Krisis

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 17 Sep 2015 20:41 WIB
sby
SBY: Dunia Harus Saling Percaya untuk Keluar dari Krisis
PM Shinzo Abe memasuki ruang parlemen untuk mengikuti sidang keputusan UU Pertahanan Keamanan. (foto: AFP/T. Kitamura)

Metrotvnews.com, Tokyo: Persaingan ekonomi dan tekanan krisis, membuat hubungan antar negara bertetangga bisa menjadi sangat dinamis dan kompleks. Padahal krisis ekonomi justru semakin memburuk bila dan semakin sulit dipulihkan bila terjadi ketegangan politik baik di tingkat global dan regional.

Demikian inti pidato mantan Presiden RI, Soesilo B. Yudhoyono di National Graduate School of Institute for Policy Studies, Tokyo, Kamis (17/9/2015). Ini disampaikan Julian Aldrin Pasha yang mendampingi kunjungan SBY kali ini.

"Dunia membutuhkan perdamaian untuk mendorong kehidupan yang lebih baik. Perlu saling percaya dan menghormati agar ketegangan tidak meningkat yang membantu tercapainya solusi atas masalah yang dihadapi," papar Julian.

Di dalam pembicaraan telepon, Julian menjelaskan bahwa agenda utama SBY di Tokyo adalah memenuhi undangan menjadi pembicara kunci dalam Commencement 2015. Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh akademisi dari banyak negara. 

Setelah menyampaikan pidatonya, SBY menuju kediaman PM Shinzo Abe. Keduanya membahas peningkatan hubungan baik dua negara melalui kerjasama people to people. .

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Bahkan tergolong santai bagi PM Shinzo Abe baru saja mengikuti serangkai sidang yang ketat dengan parlemen untuk mempertahankan usul UU Pertahanan Keamanan. 

"Beliau berdua ini kan teman lama dan sangat kerap berdiskusi tentang masalah-masalah global," jelas Julian.

Selama beberapa hari di Tokyo, SBY juga akan bertemu mantan Yasuo Fukuda, mantan PM Jepang yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Indonesia-Jepang. Selain itu menemui Presiden JICA, Akihito Tanaka.
 


(LHE)